RSS

PEKARYAN PERTAMA ADAT BARU

DEPANPURARahina Buda Pon Wuku Medangkungan, tanggal 18 Februari 2015, merupakan Hari Pujawali di Pura Puseh Desa Adat Galiukir yang sekaligus juga merupakan kegiatan piodal pertama yg menjadi tanggungjawab Manggala Adat Galiukir yang baru dilantik beberapa minggu yang lalu.

4

Walaupun ini merupakan pekerjaan dan tanggung jawab yang pertama, secara pribadi saya memantau pelaksanaan pujawali tersebut berjalan seperti biasa, walaupun masih ada beberapa kekurangan, tapi hal itu masih di atas kewajaran. Disamping mereka tumben melaksanakan kewajiban ini, tingkat upacara juga di atas lebih tinggi karena bertepaan juga dengan Tilem ke-Wulu, dari segi upakara sedikit lebih banyak dari Pujawali biasa.

16

Melalui tulisan ini saya mengajak warga Galoer semua, mari kita kawal dan pantau terus perjalanan kinerja Adat Galiukir sekarang, mudah-mudahan dengan koordinasi yang baik antara kita sebagai warga dengan beliau-beliau yang sudah kita pilih sebagai manggala adat, Desa Pekraman Galiukir akan menjadi semakin baik, dan semua yang kita inginkan bersama akan tercapai.

1

Dalam waktu yang belum begitu lama, kita belum bisa menilai bobot kinerja beliau belau tersebut, dengan perhatian kita juga dengan dilandasi rasa percaya dan kerendahan hati, niscaya masalah-masalah yang timbul akan bisa kita atasi bersama. Semoga!!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Februari 2015 in PROFILE

 

Pitra Yadnya Galoer 2013

Dibawah ini tyang sajikan gambar-gambar kegiatan Pitra Yadnya tahun 2013 di Desa Pekraman Galiukir, tyang mohon maaf kalau tidak sempat memberi narasi pada gambar-gambar tersebut, yang jelas foto-foto tersebut mulai dari Pelebuan sampai dengan acara Nyegara Gunung (Meajar-ajar)

https://skydrive.live.com/?cid=2acfd9730d7cd25c#cid=2ACFD9730D7CD25C&id=2ACFD9730D7CD25C%212518

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Desember 2013 in RAGAM

 

GRIYA “Manik Galih”

Griya ini termasuk Griya yang usianya masih muda, dan terakhir pada saat tulisan ini dibuat Griya masih dalam tahap pemugaran. Walaupun demikian, saya sebagai warga Pasek yang juga merasa memiliki Griya sekaligus beliau yang Ngewengkonin Griya yaitu Ida Pandita Mpu. Kenapa tyang katakan tyang merasa, maaf karena tyang adalah seorang “Pasek”, disamping itu secara umum karena tyang juga seorang “Hindu” yang harus menghormati seluruh “Pandita Hindu” di manapun beliau ada.

Kalau tidak salah, Ida Pandita Empu di Griya Manik Galih Galiukir, Mediksa sekitar tahun 2008 akhir, jadi beliau juga termasuk Pandita yang masih muda, walaupun usia beliau mungkin sekarang sudah mencapai 60 tahun.

Mohon maaf kepada para pembaca, kalau saat ini saya belum bisa menulis banyak tentang beliau, mudah-mudahan lain kali tyang bisa “mohon” informasi yg lebih lengkap tentang Ida Lingsir kepada Beliau sendiri. Walaupun demikian, dibawah ini bisa tyang perlihatkan beberapa foto “Griya Manik Galih” yang begitu megah dan sekaligus foto-foto Ida Lanang dan Ida Istri.

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 7 September 2013 in PROFILE

 

ORHIBA SINGARAJA

LOGO ORHIBA

Hari Kamis, 8 Agustus 2013 bertempat di Lapangan Ngurah Rai Singaraja sekitar pukul 14.00 WITA telah diadakan Pertemuan Umum Pecinta Olah Raga yang terbentuk dalam Kelompok ORHIBA (Olahraga Hidup Baru).

LAPANGAN NGURAH RAI 4

Dalam pertemuan ini dihadiri oleh ribuan peserta, dan dihadiri juga oleh beberapa kalangan dari Pemerintah Daerah Tingkat II Bulelelng yang diwakili oleh Kadis Pendidikan Pemuda dan Olah Raga yang mewakili Bupati Singaraja.

PANITIA 6

Sementara acara yang dilaksanakan pada kesempatan itu, disamping melakukan kegiatan rutin berupa senam, juga pelantikan pengurus baru, kesaksian-kesaksian dari peserta yang sudah merasakan dampak positif dari olah raga tersebut. Di samping itu, juga diadakan proses penyembuhan beberapa pasien oleh para senior yang sudah memiliki kemampuan lebih.

PANITIA 7

Di bawah ini penulis tampilkan beberapa foto dari kegiatan yang dilakukan pada hari itu, sedangkan untuk update tulisan aakan dilakukan jika penulis mendapat data dari panitia.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Agustus 2013 in RAGAM

 

Pasraman Calon Pinandita

Nampaknya masyarakat Galiukir belakangan ini sudah mulai menyadari pentingnya mendalami ajaran Agama Hindu yang diwariskan oleh para leluhur. Sebenarnya sih hal tersebut bukanlah hal baru, hal yang sama mungkin sudah dilakukan oleh beberapa orang saja orang per orang, khususnya dalam memperdalam keyakinan Hindu dengan mempelajari dari beberapa sumber buku yang tersedia. Bedanya dengan sekarang, di Galiukir sudah ada kelompok baru yang mempelajari ajaran Hindu dengan ikut dalam kegiatan Pesraman Calon Pinandita yang diakomodir oleh Ida Pandita Nabe Wiweka Nanda Tanaya di Griya Wana Kerta Wangi Juwuk Manis, Pekutatan Negara.

10

Kegiatan Pesraman ini menitik beratkan pada “Upacara” disamping juga Tatwa dan Susila. Karena kegiatan di Pesraman hanya dilakukan sekali dalam seminggu, maka untuk lebih memantapkan pelajaran yang diterima, maka Ida Nabe memutuskan untuk setiap wilayah membentuk Kelompok Belajar sendiri yang terjadwal diluar jadwal pesraman. Untuk Wilayah Galiukir diambil setiap Hari Kamis yang dilaksanakan di Bale Banjar. Kebetulan penulis ditunjuk sebagai Panitia Pelaksana kegiatan ini, maka saya dan juga salah satu anggota yaitu “Mangku Made Sandiadnya” mohon bantuan Mangku Lingsir Desa Pekraman Galiukir (Mangku Dalem) untuk membina kami selaku sisya yang baru saja mempelajari Ajaran Hindu ini.

9

Sampai saat tulisan ini dibuat, untuk wilayah Galiukir sudah ada 42 Calon Pinandita yang belajar di Pesraman ini, termasuk juga dalam kelompok ini adalah calon pinandita dari Kebonpadangan, Pajahan, Kebonjero dan juga Pujungan, dan kemungkinan dalam waktu yang akan datang jumlahnya akan bertambah terus semakin mantapnya keyakinan  ajaran Hindu yang Adi Luhung ini. Semoga.

7

Dengan adanya kelompok ini, maka bertambahlah khasanah Adat Budaya masyarakat Galiukir. Harapan penulis sebagai salah satu warga Galiukir yang juga termasuk anggota dari Kelompok ini, semoga apa yang kami lakukan ini bisa mendatangkan berkah bagi Galiukir khususnya dan Umat Hindu dimanapun berada.

Dan berikut ini foto-foto kegiatan para calon pinandita Galiukir :

1

2

3

4

5

6

8

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Juli 2013 in RAGAM

 

PURA BATUR DAYANG SARI 2013

Pura Batur Dayang Sari ini diperkirakan ditemukan bersamaan dengan Pura Batur Desa, dan berlokasi di Sisi Selatan Desa Pekraman Galiukir. Sedangkan informasi jelas tentang waktu penemuan kedua Pura ini penulis tidak bisa dapatkan. Saya hanya mengira-ngira, waktunya bersamaan, melihat kenyataan bahwa Waktu Pujawali kedua Pura ini juga hampir bersamaan, dan kalau boleh dikatakan, semua warga Galoer mengetahui bahwa Pujawali di keduanya saling terkait bahasa kerenya “Terintegrasi”.

DAYANG 3

Ada lagi satu Pura yang penemuannya saya perkiraan berdekatan yaitu “Pura Pucak Batu Gaing” yang berlokasi di Kebon Jero. Perkiraan saya sama juga, dimana di Ketiga Pura ini memiliki waktu Pujawali yang hampir bersamaan, dan menurut informasi lisan yang ada, bahwa Wilayah Kebon Jero dulunya merupakan satu kesatuan yang sama dengan wilayah Galiukir, bahkan sampai sekarang pun, warga Kebon Jero masih menganggap bahwa Galiukir adalah wilayah yang merupakan asal muasal pengelingsir mereka, dan sampai sekarangpun warga Kebonjero tidak melepaskan tali persaudaraannya dengan kerabat mereka di Galiukir, denga bukti dan fakta bahwa mereka masih tetap nyungsung Merajan Gede mereka yang bertebaran di Galiukir. Termasuk keluarga saya, di mana saya perkirakan saya memiliki sekitar 15 KK yang berada di Kebon Jero.

DAYANG 1

Sedangkan Dewa yang berstana di masing-masing Pura tersebut, belum bisa juga saya dapatkan informasinya, mudah-mudahan di lain kali saya menemukan “Pengelingsir” yang pas untuk itu. Sementara, informasi sekilas mengatakan bahwa yang berstana di Pura Batur Dayang Sari adalah “Sri Uma Dewi” (Dewi Kesejahtraan), sedangkan yang berstana di Pura Batur Desa adalah Beliau “Ida Hyang Bhatara Pandita Sakti”, sedangkan yang di Pura Pucak, saya sama sekali belum mendapatkan informasinya. Informasi lain mengatakan bahwa di ketiga Pura ini berstana “Kekuatan Sinar Suci Tuhan (Dewa) yang sudah “Meraga Putus”, terbukti dari jenis aturan yang dipersembahkan manakala ada Pujawali di masing-masing Pura tersebut, dimana tidak diperkenankan menggunakan menghaturkan “Sarana Banten yang dilengkapi dengan Daging Babi”.

DAYANG 2

Dari informasi yang ada juga, dan dari fakta keseharian warga Galoer, bahwa Pura Batur Desa Galiukir juga mempunyai kaitan dengan Pura Batur Sai. Informasi keterkaitan pura ini juga belum bisa saya jelaskan, saya hanya bisa mengaitkan dengan kenyataan yang ada bahwa banyak warga Galoer yang melakukan persembahyangan di Pura Batur Sai ketika di sana di adakan Puja Wali. Semoga suatu hari nanti saya menemukan informasi mengenai keterkaitan pura-pura ini dengan harapan bagi rekan pembaca yang meyakini Hindu secara utuh, akan bisa memantapkan keyakinannya, termasuk saya juga “Semoga Ida yang berstana di keempat Pura tersebut Asung Kerta Nugraha, mapaica kerahayuan lang kerahajengan bagi kita semua”, sehingga keberlangsungan keyakinan kita akan kebesaran ISWW akan senantiasa abadi untuk selamanya dan generasi kita selannjutnya juga akan merasakan hal yang sama. Semoga!

DAYANG 4

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 April 2013 in PROFILE

 

KELOMPOK SENI GALIUKIR

Galiukir memang memiliki banyak personal yang komit terhadap Kesenian Bali, khususnya di bidang Seni Tabuh. Terbukti dengan banyaknya terbentuk Kelompok Seni, seperti : Sekehe Gong, Joged, Angklung, Gender, Santi, dan Rindik.

rindik

gong

santi

Walaupun terkadang terlihat sangat lucu, karena ada beberapa orang yang masuk di semua Kelompok yang ada tersebut. Tapi tidak apalah yang penting Komitmen mereka untuk Mengajegkan Kesenian Bali ini. Mungkin para pembaca bisa melihat dari beberapa gambar di atas.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Maret 2013 in SOSBUD

 
 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 139 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: