RSS

Arsip Kategori: ARTICLES

Mengapa Kelapa Daksina Serabutnya Dikerik Bersih?

 

clip_image001

Salah satu bahan pokok untuk membuat Daksina adalah buah kelapa. Buah kelapa yang dipakai untuk membuat Daksina serabutnya harus dikerik bersih. Behkan Daksina untuk banten Nuntun Dewa hyang harus dikerik lebih bersih lagi dan dinyaki dengan minyak sukla (suci). Swami Satya Narayana mengatakan kelapa yang dipakai bahan pokok pembuatan banten daksina serabutnya harus dikerik.

Serabut kelapa itulah adalah lambang indria yang mengikat. Daksina sebagai lambang Sthana Tuhan dan lambang penghormatan harus bersih dari ikatan indria yang sangat pambrih itu. Suatu kerja yang didasarkan pada kenikmatan indria tidaklah pantas mendapatkan penghormatan Daksina. Demikian pula pemberian yang terhormat yang disebut daksina tidak pantas kalau masih disertai dengan pambrih-pambrih yang bersifat indriawi. Hal ini berarti Tuhan akan bersthana pada mereka yang mampu melepaskan diri dari ikatan indriawi. Ini bukanlah berarti orang harus merusak indrianya. Indria itu adalah alat. Ia tidak boleh dirusak bahkan harus dipelihara dengan sebaik-baiknya agar ia dapat dijadikan alat yang baik.

Yang dimaksudkan disini adalah janganlah kita diperalat oleh indria kata Upanisad menyebutkan indria itu ibarat kuda penarik kereta. Budhi ibarat kusir kereta, pikiran ibarat tali kekang kereta. Atman ibarat pemilik kereta, badan ibarat kereta itu sendiri dan jalan adalah obyek indria. Kalau ingin kereta itu larinya cepat dan terarah maka kuda itu harus sehat dan kuat. Sehat dan kuatnya kuda tetap harus berada dibawah kendali pikiran dan budhi jadinya serabut kelapa yang harus dibersihkan itu adalah lambang daya pengikat indria yang dapat menyesatkan sang diri dari samsara.

Dalam upacara-upacara besar banten Daksina digunakan daksina yang besar pula. Misalnya upacara penebusan Oton yang bertujuan untuk melindugi seseorang dari asfek negatif dari hari kelahiran. Setiap hari menurut perhitungan kalender Hindu selalu ada bain buruknya. Agar seeorang terhindar dari aspek burukya maka diadakan upacara penebusan Oton. Inti upacara penebusan Oton itu menggunakan daksina gede. Daksina gede itu tergantung Neptu (urip) dari kelahiran tersebut. Misalnya neptunya 5 maka daksina gedenya Sarwa lima. Kelapanya lima butir, telornya lima butir, pisangnya lima butir, dan yang lainnya juga berjumlah lima.

Banten Daksina menurut Lontar Parimbon Bebanten dalam bentuk uang ada sembilan jenis yaitu, Utamaning Utama 160.000, Madyaning Utama 80.000, Nistaning Utama 40.000, Utamaning Madya 50.000, Madyaning Madya 25.000, Nistaning Madya 16.000, Utamaning Nista 15.000, Madyaning Nista 8.000, Nistaning Nista 4.000. ini adalah sembilan gambaran umum tentang tingkat Daksina. Dalam bentuk banten Daksina dapat dibagi menjadi lima yaitu :

1. Daksina Alit untuk upacara sehari-hari. Isinya adalah satu porsi dari masing- masing unsur, banyak sekali dipergunakan, baik sebagai pelengkap banten yang lain, maupun berdiri sendiri sebagai banten tunggal.

2. Kalau isinya dilipatkan dua kali disebut Daksina pakala-kalaan. Isi daksina dilipatkan dua kali dengan ditambah dua tingkih dan dua pangi. Digunakan pada waktu ada perkawinan dan untuk upacara bayi / membuat peminyak-penyepihan.

3. Kalau isinya dilipatkan tiga kali disebut Daksina Krepa, Daksina yang isinya dilipatkan tiga kali. Kegunaannya lebih jarang, kecuali ada penebusan oton / menurut petunjuk rohaniwan atau sesuai petunjuk lontar khusus misalnya guna penebusan oton atau mebaya oton.

4. Kalau empat kali disebut Daksina Gede atau Daksina Pamogpog. Isinya dilipatkan 5 (lima) kali, juga dilengkapi dengan tetandingan-tetandingan yang lain yaitu: Dasar tempat daksina sebuah sok yang berisi srobong dan pada dasarnya diberi tetampak taledan bundar.

5. Kalau isinya dilipatkan lima kali disebut Daksina Galahan, demikian beberapa jenis Daksina dalam bentuk uang dan dalam bentuk Banten. Isinya dilipatkan 5 (lima) kali, juga dilengkapi dengan tetandingan-tetandingan yang lain yaitu:
Dasar tempat daksina sebuah sok yang berisi srobong dan pada dasarnya diberi tetampak taledan bundar.

Sumber: imadeyudhaasmara. http://www.ortibali.com/2016/09/mengapa-kelapa-daksina-serabutnya-dikerik-bersih/

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 September 2016 in ARTICLES

 

FAKTA ILMIAH ADANYA PERANG MAHABARATA (PADA ZAMAN PRASEJARAH)

Dikutip dari : https://bayuharyadi.wordpress.com/2010/07/28/fakta-ilmiah-adanya-perang-mahabarata-pada-zaman-prasejarah/

Kisah ini menceritakan konflik hebat keturunan Pandu dan Dristarasta dalam memperebutkan takhta kerajaan. Menurut sumber yang saya dapatkan, epos ini ditulis pada tahun 1500 SM. Namun fakta sejarah yang dicatat dalam buku tersebut masanya juga lebih awal 2.000 tahun dibanding penyelesaian bukunya. Artinya peristiwa yang dicatat dalam buku ini diperkirakan terjadi pada masa ±5000 tahun yang silam.

Buku ini telah mencatat kehidupan dua saudara sepupu yakni Kurawa dan Pandawa yang hidup di tepian sungai Gangga meskipun akhirnya berperang di Kurukshetra. Namun yang membuat orang tidak habis berpikir adalah kenapa perang pada masa itu begitu dahsyat? Padahal jika dengan menggunakan teknologi perang tradisional, tidak mungkin bisa memiliki kekuatan yang sebegitu besarnya.

Spekulasi baru dengan berani menyebutkan perang yang dilukiskan tersebut, kemungkinan adalah semacam perang nuklir! Perang pertama kali dalam buku catatan dilukiskan seperti berikut ini: bahwa Arjuna yang gagah berani, duduk dalam Weimana (sarana terbang yang mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh. seperti hujan lebat yang kencang, mengepungi musuh, dan kekuatannya sangat dahsyat.

Dalam sekejap, sebuah bayangan yang tebal dengan cepat terbentuk di atas wilayah Pandawa, angkasa menjadi gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi, kemudian badai angin yang dahsyat mulai bertiup wuuus..wuuus.. disertai dengan debu pasir. Burung-burung bercicit panik seolah-olah langit runtuh, bumi merekah. Matahari seolah-olah bergoyang di angkasa, panas membara yang mengerikan yang dilepaskan senjata ini, membuat bumi bergoncang, gunung bergoyang, di kawasan darat yang luas, binatang-binatang mati terbakar dan berubah bentuk, air sungai kering kerontang, ikan udang dan lainnya semuanya mati. Saat roket meledak, suaranya bagaikan halilintar, membuat prajurit musuh terbakar bagaikan batang pohon yang terbakar hangus.

Jika akibat yang ditimbulkan oleh senjata Arjuna bagaikan sebuah badai api, maka akibat serangan yang diciptakan oleh bangsa Alengka juga merupakan sebuah ledakan nuklir dan racun debu radioaktif.

Gambaran yang dilukiskan pada perang dunia ke-2 antara Rama dan Rahwana lebih membuat orang berdiri bulu romanya dan merasa ngeri: pasukan Alengka menumpangi kendaraan yang cepat, meluncurkan sebuah rudal yang ditujukan ke ketiga kota pihak musuh. Rudal ini seperti mempunyai segenap kekuatan alam semesta, terangnya seperti terang puluhan matahari, kembang api bertebaran naik ke angkasa, sangat indah. Mayat yang terbakar, sehingga tidak bisa dibedakan, bulu rambut dan kuku rontok terkelupas, barang-barang porselen retak, burung yang terbang terbakar gosong oleh suhu tinggi. Demi untuk menghindari kematian, para prajurit terjun ke sungai membersihkan diri dan senjatanya.

Banyak spekulasi bermunculan dari peristiwa ini, diantaranya ada sebuah spekulasi baru dengan berani menyebutkan bahwa perang Mahabarata adalah semacam perang NUKLIR!!

Tapi, benarkah demikian yang terjadi sebenarnya? Mungkinkah jauh sebelum era modern seperti masa kita ini ada sebuah peradaban maju yang telah menguasai teknologi nuklir? Sedangkan masa sebelum 4000 SM dianggap sebagai masa prasejarah dimana peradaban Sumeria dianggap peradaban tertua didunia tidak ditemukan kemajuan semacam ini?

Namun selama ini terdapat berbagai diskusi, teori dan penyelidikan mengenai kemungkinan bahwa dunia pernah mencapai sebuah peradaban yang maju sebelum tahun 4000 SM.

Teori Atlantis, Lemuria, kini makin diperkuat dengan bukti tertulis seperti percakapan Plato mengenai dialog Solon dan pendeta Mesir kuno mengenai Atlantis, naskah kuno Hinduisme mengenai Ramayana & Bharatayudha mengenai dinasti Rama kuno, dan bukti arkeologi mengenai peradaban Monhenjo-Daroo, Easter Island dan Pyramid Mesir maupun Amerika Selatan.

# Penelusuran fakta ilmiah
Akhir-akhir ini perhatian saya tertuju pada sebuah teori mengenai kemungkinan manusia pernah memasuki zaman nuklir lebih dari 6000 tahun yang lalu. Peradaban Atlantis di barat, dan dinasti Rama di Timur diperkirakan berkembang dan mengalami masa keemasan antara tahun 30.000 SM hingga 15.000 SM.

Atlantis memiliki wilayah mulai dari Mediteranian hingga pegunungan Andes di seberang Samudra Atlantis sedangkan Dinasti Rama berkuasa di bagian Utara India-Pakistan-Tibet hingga Asia Tengah. Peninggalan Prasasti di Indus, Mohenjo Daroo dan Easter Island (Pasifik Selatan) hingga kini belum bisa diterjemahkan dan para ahli memperkirakan peradaban itu berasal jauh lebih tua dari peradaban tertua yang selama ini diyakini manusia (4000 SM). Beberapa naskah Wedha dan Jain yang antara lain mengenai Ramayana dan Mahabharata ternyata memuat bukti historis maupun gambaran teknologi dari Dinasti Rama yang diyakini pernah mengalami zaman keemasan dengan tujuh kota utamanya ‘Seven Rishi City’ yg salah satunya adalah Mohenjo Daroo (Pakistan Utara).

Dalam suatu cuplikan cerita dalam Epos Mahabarata dikisahkan bahwa Arjuna dengan gagah berani duduk dalam Weimana (sebuah benda mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh, lalu dalam sekejap bumi bergetar hebat, asap tebal membumbung tinggi diatas cakrawala, dalam detik itu juga akibat kekuatan ledakan yang ditimbulkan dengan segera menghancurkan dan menghanguskan semua apa saja yang ada disitu.

Yang membuat orang tidak habis pikir, sebenarnya senjata semacam apakah yang dilepaskan Arjuna dengan Weimana-nya itu?

Ada beberapa penelitian yang berusaha menguak tabir misteri kehidupan manusia di masa lampau ini. Tentang bagaimana kehidupan sosial hingga kemajuan ilmu dan teknologi mereka. Beberapa waktu belakangan banyak hasil penelitian yang mengejutkan. Dan dari berbagai sumber yang telah saya pelajari, secara umum penggambaran melalui berbagai macam teori dan penelitian mengenai subyek ini telah pula memberikan beberapa bahan kajian yang menarik, antara lain adalah:

Permulaan sebelum dua milyar tahun hingga satu juta tahun dari peradaban manusia sekarang ini teryata telah terdapat peradaban manusia. Dalam masa-masa yang sangat lama ini terdapat berapa banyak peradaban yang demikian maju namun akhirnya menuju pada sebuah kebinasaan? Dan penyebab kebinasaan itu adalah tiada lain akibat peperangan yang pernah terjadi.

Atlantis dan Dinasti Rama pernah mengalami masa keemasan (Golden Age) pada saat yang bersamaan (30.000-15.000 SM). Keduanya sudah menguasai teknologi nuklir. Keduanya memiliki teknologi dirgantara dan aeronautika yang canggih hingga memiliki pesawat berkemampuan dan berbentuk seperti UFO (berdasarkan beberapa catatan) yang disebut Vimana (Rama) dan Valakri (Atlantis).

Penduduk Atlantis memiliki sifat agresif dan dipimpin oleh para pendeta (enlighten priests), sesuai naskah Plato. Dinasti Rama memiliki tujuh kota besar (Seven Rishi’s City) dengan ibukota Ayodhya dimana salah satu kota yang berhasil ditemukan adalah Mohenjo-Daroo. Persaingan dari kedua peradaban tersebut mencapai puncaknya dengan menggunakan senjata nuklir.

Para ahli menemukan bahwa pada puing-puing maupun sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo-Daroo mengandung residu radio-aktif yang hanya bisa dihasilkan lewat ledakan Thermonuklir skala besar. Dalam sebuah seloka mengenai Mahabharata, diceritakan dengan kiasan sebuah senjata penghancur massal yang akibatnya mirip sekali dengan senjata nuklir masa kini.

Beberapa Seloka dalam kitab Wedha dan Jain secara eksplisit dan lengkap menggambarkan bentuk dari ‘wahana terbang’ yang disebut ‘Vimana’ yang ciri-cirinya mirip piring terbang masa kini. Sebagian besar bukti tertulis justru berada di India dalam bentuk naskah sastra, sedangkan bukti fisik justru berada di belahan dunia barat yaitu Piramid di Mesir (Foto: relief jenis pesawat di Piramida Mesir di bawah ini) dan Amerika Selatan.

Foto: relief jenis pesawat di Piramida Mesir

Dari hasil riset dan penelitian yang dilakukan ditepian sungai Gangga di India, para arkeolog menemukan banyak sekali sisa-sisa puing-puing yang telah menjadi batu hangus di atas hulu sungai. Batu yang besar-besar pada reruntuhan ini dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Jika ingin melebur bebatuan tersebut, dibutuhkan suhu paling rendah 1.800 °C. Bara api yang biasa tidak mampu mencapai suhu seperti ini, hanya pada ledakan nuklir baru bisa mencapai suhu yang demikian.

Di dalam hutan primitif di pedalaman India, orang-orang juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus. Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batuan didalam bangunan juga telah dikacalisasi. Selain di India, Babilon kuno, gurun sahara, dan guru Gobi di Mongolia juga telah ditemukan reruntuhan perang nuklir prasejarah. Batu kaca pada reruntuhan semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini.

Bukti ilmiah peradaban Veda. Bukti-bukti arkeologis, geologis telah terungkap dari penemuan fosil-fosil maupun artefak- alat yang digunakan manusia pada masa itu telah terbukti menunjukkan bahwa peradaban manusia modern telah ada sekitar ratusan juta bahkan miliaran tahun yang lalu. Bukti-bukti tersebut diungkapkan oleh Michael Cremo, seorang arkeolog senior, peneliti dan juga penganut weda dari Amerika, dengan melakukan penelitian lebih dari 8 tahun.

Dari berbagai belahan dunia termasuk juga dari Indonesia telah dapat mengungkapkan misteri peradaban weda tersebut secara bermakna. Laporan tersebut ditulis dalam beberapa buku yang sudah diterbitkan seperti ; Forbidden Archeology, The Hidden History of Human Race, Human Devolution: A Vedic alternative to Darwin’s Theory, terbitan tahun 2003. Dalam buku tersebut akan banyak ditemukan fosil, artefak- peninggalan berupa kendi, alas kaki, alat masak dan sebagainya yang telah berusia ratusan juta tahun bahkan miliaran tahun, dibuat oleh manusia yang mempunyai peradaban maju, tidak mungkin dibuat oleh kera atau primata yang lebih rendah.

Dari buku-buku tersebut juga ditemukan adanya manipulasi beberapa arkeolog dengan mengubah dimensi waktunya, hal ini bertujuan untuk mendukung teori evolusi Darwin, karena kenyataannya teori evolusi masih sangat lemah. Bukti ilmiah sudah dengan jelas menyatakan bahwa peradaban weda telah ada miliaran tahun. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa perang besar di tanah suci Kukrksetra, kota Dwaraka, sungai suci Sarasvati dan sebagainya merupakan suatu peristiwa sejarah, bukan sebagai mitologi. Setiap kali kongres para arkeolog dunia selalu menyampaikan bukti-bukti baru tentang peradaban Barthavarsa purba. Dibawah ini ditampilkan sekelumit dari bukti ilmiah tersebut.

Sebenarnya masih banyak bukti ilmiah lainnya yang menunjukkan peradaban weda tersebut, sehingga Satya yuga, Tretha yuga, Dvapara yuga dan Kali yuga dengan durasi sekitar 4.320.000 tahun merupakan suatu sejarah peradaban manusia modern yang memegang teguh perinsip dharma.

Perang Bharatayuda. Para arkeolog terkemuka dunia telah sepakat bahwa perang besar di Kuruksetra merupakan sejarah Bharatavarsa (sekarang India) yang terjadi sekitar 5000 tahun yang lalu. Sekarang para peneliti hanya ingin menentukan tanggal yang pasti tentang peristiwa tersebut. Dari hasil pengamatan beserta bukti-bukti ilmiah. Dari berbagai estimasi maka dibuatlah suatu usulan peristiwa-peristiwa sebagai berikut:

* Sri Krishna tiba di Hastinapura diprakirakan sekitar 28 September 3067 SM
* Bhishma pulang ke dunia rohani sekitar 17 Januari 3066 SM
* Balarama melakukan perjalanan suci di sungai Saraswati pada bulan Pushya 1 Nov. 1, 3067 SM
* Balarama kembali dari perjalanan tersebut pada bulan Sravana 12 Dec. 12, 3067 SM
* Gatotkaca terbunuh pada 2 Desember 3067 SM.

Dan banyak lagi penanggalan peristiwa-peristiwa penting sudah di kalkulasi.

* Kota kuno Dvaraka. Demikian juga keberadaan kota Dvaraka yang dulu menjadi misteri, kota tersebut disebutkan dalam Mahabharata bahwa Dvaraka tenggelam di pantai. Doktor Rao adalah seorang arkeolog senior yang dengan tekun menyelidiki dengan “marine archaeology” dan hasilnya ditemukannya reruntuhan kota bawah laut, beserta ornamennya, didaerah Gujarat. Dwaraka, kota kerajaan Sri Krishna masa lalu.

* Sungai Sarasvati. Keberadaan kota purba Harrapa dan Mohenjodaro serta keberadaan sungai suci Sarasvati telah dijumpai dalam Rig Weda, namun tidak diketahui keberadaannya, kemudian oleh NASA dengan pemotretan dari luar angkasa ternyata dijumpai sebuah lembah yang merupakan bekas sungai yang telah mengering, namun dalam kedalaman tertentu masih tampak ada aliran air di wilayah Pakistan yang bermuara ke lautan Arab, arahnya sesuai dengan yang digambarkan dalam sastra.

* Jembatan Alengka. Pemotretan luar angkasa yang dilakukan oleh NASA telah menemukan adanya jembatan mistrius yang menghubungkan Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) sepanjang 30 Km, dengan lebar sekitar 100 m, tampak pula jembatan tersebut buatan manusia dengan umur sekitar 1.750.000 tahun. Angka ini sesuai dengan sejarah Ramayana yang terjadi pada Tretha yuga. Sekarang sedang diteliti jenis bebatuannya. Jadi Ramayana itu adalah ithihasa (sejarah), bukan merupakan dongeng.

jembatan ramayana 2

Sri Rama Bridge 1

Sri Rama Bridge 2

Foto: Sri Rama Bridge hasil pantauan NASA

Citra dari Rama Brige sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam, yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut) dengan lebar hampir 100 m.
Tahun 1972 silam, ada sebuah penemuan luar biasa yang barangkali bisa semakin memperkuat dugaan bahwa memang benar peradaban masa silam telah mengalami era Nuklir yaitu penemuan tambang Reaktor Nuklir berusia dua miliyar tahun di Oklo, Republik Gabon.

peta Oklo
Foto: Peta Oklo, Republik Gabon

oklo15_curtin

2004-05-Oklo

Foto: bekas Reaktor Nuklir Berusia 2 Milyar Tahun di Oklo, Republik Gabon.

* Pada tahun 1972, ada sebuah perusahaan (Perancis) yang mengimpor biji mineral uranium dari Oklo di Republik Gabon, Afrika untuk diolah. Mereka terkejut dengan penemuannya, karena biji uranium impor tersebut ternyata sudah pernah diolah dan dimanfaatkan sebelumnya serta kandungan uraniumnya dengan limbah reaktor nuklir hampir sama. Penemuan ini berhasil memikat para ilmuwan yang datang ke Oklo untuk suatu penelitian, dari hasil riset menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklir berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500 ton biji uranium di enam wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt. Tambang reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out yang masuk akal, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.

Yang membuat orang lebih tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor nuklir yang dibatasi itu, tidak tersebarluas di dalam areal 40 meter di sekitar pertambangan. Kalau ditinjau dari teknik penataan reaksi nuklir yang ada, maka teknik penataan tambang reaktor itu jauh lebih hebat dari sekarang, yang sangat membuat malu ilmuwan sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam menangani masalah limbah nuklir, manusia zaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan topografi alami untuk menyimpan limbah nuklir!

Tambang uranium di Oklo itu kira-kira dibangun dua milyar tahun yang lalu setelah adanya bukti data geologi dan tidak lama setelah menjadi pertambangan maka dibangunlah sebuah reaktor nuklir ini. Mensikapi hasil riset ini maka para ilmuwan mengakui bahwa inilah sebuah reaktor nuklir kuno, yang telah mengubah buku pelajaran selama ini, serta memberikan pelajaran kepada kita tentang cara menangani limbah nuklir.

Sekaligus membuat ilmuwan mau tak mau harus mempelajari dengan serius kemungkinan eksistensi peradaban prasejarah itu, dengan kata lain bahwa reaktor nuklir ini merupakan produk masa peradaban umat manusia. Seperti diketahui, penguasaan teknologi atom oleh umat manusia baru dilakukan dalam kurun waktu beberapa puluh tahun saja, dengan adanya penemuan ini sekaligus menerangkan bahwa pada dua miliar tahun yang lampau sudah ada sebuah teknologi yang peradabannya melebihi kita sekarang ini, serta mengerti betul akan cara penggunaannya.

Semua temuan arkeologis ini sesuai dengan catatan sejarah yang turun-temurun. Kita bisa mengetahui bahwa manusia juga pernah mengembangkan peradaban tinggi di India pada 5.000 tahun silam, bahkan mengetahui cara menggunakan reaktor nuklir, namun oleh karena memperebutkan kekuasaan dan kekayaan serta menggunakan dengan sewenang-wenang, sehingga mereka mengalami kehancuran.

Singkatnya segala penyelidikan diatas berusaha menyatakan bahwa umat manusia pernah maju dalam peradaban Atlantis dan Rama. Bahkan jauh sebelum 4000 SM manusia pernah memasuki abad antariksa dan teknologi nuklir. Akan tetapi zaman keemasan tersebut berakhir akibat perang nuklir yang dahsyat hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat kembali ke zaman primitif. Masa primitif ini berakhir dengan munculnya peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu.

Lagi-lagi perang dan haus kekuasaanlah yang mengakibatkan manusia menjadi terpuruk. Dan hal ini patut kita renungkan lebih seksama sebagai buah pelajaran bahwa mengapa manusia zaman prasejarah yang memiliki sebuah teknologi maju tidak bisa mewariskan teknologinya, malah hilang tanpa sebab, yang tersisa hanya setumpuk jejak saja. Lalu bagaimana kita menyikapi atas penemuan ini?

Saudaraku, sebagai manusia sekarang, jika kita abaikan terhadap semua peninggalan-peninggalan peradaban prasejarah ini, sudah barang tentu kita pun tidak akan mempelajarinya secara mendalam, apalagi menelusuri bahwa mengapa sampai tidak ada kesinambungannya, lebih-lebih untuk mengetahui penyebab dari musnahnya sebuah peradaban itu. Dan apakah perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi kita sekarang akan mengulang seperti peradaban beberapa kali sebelumnya? Betulkah penemuan ini, serta mengapa penemuan-penemuan peradaban prasejarah ini dengan teknologi manusia masa kini begitu mirip? Semua masalah ini patut kita renungkan dalam-dalam sebagai upaya tidak mengulangi kesalahan fatal yang pernah dilakukan.

source: http://www.situs27.co.cc/2010/04/fakta-ilmiah-adanya-perang-mahabharata.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Mei 2016 in ARTICLES

 

TUHAN ADALAH HAKEKAT KEHIDUPAN

Apa perlunya menumpuk harta secara berlebih-lebihan lebih baik manusia mengendalikan keinginnya dan merasa puas dengan penghasilan yang kecil. Di dunia yang bersifat dualitas ini, tiada kebahagiaan mutlak atau kesengsaraan mutlak. Sejak zaman dahulu kitab-kitab upanishad telah memberikan ajaran yang suci kepada manusia. Ini membuktikan kekayaan budaya pusaka bhaarat. Amanat upanishad itu bersifat kekal dan abadi. Mereka menyatakan,”Raso vai saha”. ‘Tuhan adalah hakikat segala sesuatu’.

All Mighty God

Sebagaimana gula ada dalam setiap tetes sirup, mentega terkandung dalam setiap tetes susu, demikian pula tuhan meliputi setiap atom dan sel ciptaan ini. Meskipun demikian, tidak semua manusia dapat memahami adanya tuhan dan asas yang suci ini. Tidak banyak orang yang dapat memahami misteri tuhan yang meliputi segala sesuatu dari mikrokosmos hingga makrokosmos. Kitab-kitab Upanishad mengungkapkan berbagai rahasia. Jika tidak demikian, hal itu tetap tidak akan di ketahui oleh manusia. Sebagaimana manusia dapat merasakan manisnya tebu, pedasnya cabai, asamnya jeruk nipis, dan harumnya bunga, adanya Tuhan dapat dihayati dalam segenap ciptaan. Tidak ada ilmuwan atau insinyur yang dapat memahami prinsip keberadaan Tuhan sebagai kesadaran dalam segala sesuatu. Semua ini merupakan bukti langsung akan adanya tuhan. Manusia harus berusaha menyadari prinsip ini.

Engkau merasa diliputi kegembiraan yang meluap-luap bila melihat sungai yang mengalir deras, danau yang penuh air, atau tanaman yang tumbuh subur di ladang. Semua itu merupakan bukti langsung adanya tuhan. Meskipun demikian, manusia tidak mampu memahami hal ini. Sejak lahir hingga ajal tiba, manusia memperoleh berbagai pengalaman. Namun, ia terkelabui oleh perasaan bahwa ia adalah pelaku dan penyebab segala hal yang dialaminya. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak memahami sifatnya sendiri yang sejati, dapat memahami prinsip Tuhan yang bersifat adikodrati,segala hal yang dilihat, didengar, dialami, dan dinikmati seseorang menunjukkan adanya tuhan. Manusia harus berusaha sekuat tenaga memahami asas ketuhanan. Kini manusia menyelidiki segala seseuatu kecuali asas ketuhanan. Ia menggunakan waktu, berapa pun lamanya untuk memahami hal-hal seperti komputer, televisi, telepon, dan sebagainya, tetapi tidak dapat meluangkan waktu untuk mengetahui Tuhan.

Upanishad menyatakan, ”ketahuilah dirimu sendiri”. Jika engkau tidak tahu siapa engkau, bagaimana engkau bisa mengetahui yang lain manusia bertanya kepada orang lain,”siapakah anda”. Tetapi tidak bertanya kepadanya dirinya sendiri, ”siapakah aku”. Manusia modern berusaha mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia. Ia dapat menceritakan secara rinci apa yang terjadi di Amerika, Inggris, Pakistan, dan sebagainya, tetapi ia tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam dirinya sendiri. Jika ada orang yang bertanya kepadanya, ”siapakah anda”. Ia memperkenalkan dirinya dengan menyebutkan nama, pekerjaan, dan tempat tinggalnya. Orang yang menyamakan dirinya dengan badan memberikan jawaban semacam itu. Meskipun demikian, jawaban semacam itu bersifat dangkal dan tidak membuktikan kenyataan yang sejati. Bhagawadgita menyatakan: ”Kshetra-jnam caa’pi maam viddhi”. ‘Akulah [ kesadaran ] yang mengetahui dalam segala sesuatu’.

Engkau adalah kshetrajna ‘yang mengetahui’, bukan kshetra ‘tubuh’. Engkau menyebutkan nama, usia, pekerjaan, dan tempat asalmu jika memperkenalkan diri. Meskipun demikian, semua ini hanya berkaitan dengan badan, bukan penghuninya. Ini seperti memberikan nama dan alamat rumah dengan mengabaikan orang yang tinggal di dalamnya. Tubuh itu dapat diibaratkan dengan rumah dan engkau adalah penghuninya. Engkau tidak melakukan usaha apa-apa untuk memahami kebenaran ini. Bila ada yang menanyakan identitasmu, engkau harus berkata dengan penuh keyakinan, ”saya adalah atma”.

Inilah jawaban yang benar.

Apa yang dimaksud dengan kata atma, atau kshetrajna yang dimaksud yaitu kesadaran [ caitanya ]. Weda menyebutnya sebagai aham ‘aku’. Asas aku ini dimiliki oleh semua makhluk. Seandainya aku bertanya, ”siapakah ramayya” orang yang mempunyai nama itu akan berdiri dan berkata, ”saya”. Entah ia ramayya, krishnayya, govinda, atau siapa saja, setiap orang menyebut dirinya sendiri, ”saya”. Ini berarti setiap orang menyamakan prinsip ”saya” [ atau rasa keakuan ] ini dengan nama yang diberikan kepada badannya. Orang mengatakan, ”saya raama”, ”saya krishna”, ”saya govinda”. Raama, krishna, govinda kedengarannya berbeda, tetapi asas ”aku” [ atau rasa keakuan ] itu sama dalam mereka semua. Ini menunjukan diri sejati setiap individu. Engkau bukan tubuh, engkau adalah diri sejati yang bersemayam di dalamnya. Upanishad melenyapkan keraguan manusia dengan memberikan amanat semacam itu.

Manusia memiliki sejumlah kemampuan yang tidak dapat dilihat atau dipahami. Orang-orang barat menyebut kemampuan adikodrati ini sebagai neotics. Ini dapat dipahami sebagai kesadaran yang meliputi setiap makhluk dari kepala sampai kaki. Kesadaran ini mempunyai kekuatan magnetis dan tidak dapat diciptakann atau dimusnahkan. Kesadaran tidak mempunyai kelahiran atau Kematian. Kesadaran tiada awal atau  akhirnya. Ia ada dalam segala makhluk. Sebagai saksi abadi. Ilmuwan besar, Newton, menyatakan kebenaran yang sama. Ialah orang yang menemukan bahwa bumi mengandung kekuatan magnetis. Daya tarik magnetis ini tidak terbatas di suatu tempat tertentu, melainkan ada di seluruh bumi. Einstein menyatakan bahwa materi, terpisah dari segala bentuk energi lainnya seperti misalnya energi magnetis, dapat diubah menjadi energi listrik, yang pada gilirannya dapat diubah menjadi energi cahaya dan energi panas. Dengan cara ini, kita dapat mengubah bentuk energi, tetapi tidak seorang pun dapat menciptakan atau memusnahkannya.

Tidak seorang pun dapat memahami prinsip ketuhanan. Bagaimana manusia dapat menjelaskan proses lahirnya seekor burung siapa yang telah meletakkannya di dalam telur dan bagaimana bayi burung itu tahu cara memecah telur lalu keluar sebatang pohon yang sangat besar beserta segenap cabang dan buahnya terkandung dalam sebutir benih yang kecil sekali. Bagaimana hal ini dapat dipahami semua ini menunjukkan adanya Tuhan. Brahman ”Tuhan yang mahabesar” itu Lebih halus daripada yang terhalus, dan lebih luas daripada yang terluas. Belliau adalah Saksi abadi dan meliputi seluruh alam semesta dalam bentuk atma, benih segala ciptaan. Tidak seorang pun dapat menjelaskan proses keluarnya seekor burung dari telur dan pohon yang tumbuh dari sebutir biji yang kecil sekali. Mungkin engkau menafsirkannya sesuai dengan imajinasimu, tetapi interpretasi ini tidak benar.

Setetes air mengingatkan orang pada sungai gangga. Mungkin orang berpikir bahwa ada perbedaan yang sangat besar antara setetes air dengan sungai gangga, tetapi perbedaan itu hanya terletak pada kuantitasnya. Tetes-tetes air hujan terkumpul membentuk aliran air. Aliran air yang banyak membentuk sungai. Akhirnya semua sungai menyatu dalam lautan. Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa lautan itu tidak lain adalah kumpulan tetesan air. Tuhan bersemayam baik ddalam tetesan air maupun dalam samudra yang amat luas. Sepercik api berkembang menjadi kebakaran yang besar. Dalam ciptaan ini kita melihat sesuatu yang tidak mencolok mata kemudian berubah menjadi luar biasa besar. Kita dapat memahami adanya tuhan dalam segala perubahan yang terjadi di dunia. Bila engkau inggin melihat tuhan, engkau dapat melihat beliau dalam segala objek di alam semesta ini.

Pashyannapi cha na pashyati muudho. ‘Orang yang melihat, tetapi tidak mengerti] adalah orang yang bodoh’. Sepanjang waktu engkau melihat Tuhan, namun, engkau merasa belum melihat beliau. Adakah yang lebih bodoh daripada ini. Siapa yang bertanggung jawab atas kelahiran dan pertumbuhan manusia? Engkau mengira hal itu disebabkan oleh makanan, tetapi siapa yang telah menciptakan makanan jika kau selidiki terus seperti ini, akhirnya engkau akan menyadari landasan utamanya. Panas sinar matahari mengubah air laut menjadi uap yang membentuk awan. Ketika tertiup angin, awan itu mulai tercurah sebagai hujan. Tetesan air hujan terkumpul membentuk aliran air. Aliran ini membentuk sungai yang akhirnya menyatu dengan lautan. Dengan demikian kita lihat bahwa sungai-sungai yang timbul dari lautan, akhirnya menyatu kembali di dalamnya. Inilah yang dikatakan oleh wedanta, ”wajarlah jika manusia kembali ke tempat asalnya”. Manusia tidak berusaha memahami kebenaran ini. Manusia tidak mengetahui tempat asalnya maupun tempat tujuannya. Apa yang akan terjadi dengan sepucuk surat yang tidak mempunyai alamat pengirim ataupun alamat tujuan surat itu akan dimasukkan ke tempat khusus untuk surat-surat yang tidak dapat disampaikan. [ Sesandainya manusia itu diibaratkan dengan surat ], ia harus tahu alamat pengirimnya, atau setidak-tidaknya alamat tujuannya. Namun, kini manusia tidak mengetahui kedua-duanya. Bagaimana nasib orang semacam itu ia terperangkap dalam lingkaran kelahiran dan kematian.

Punarapi jananam punarapi maranam- ‘Lahir dan mati berkali-kali’. Inikah yang seharusnya dilakukan manusia? Manusia sudah lahir dan mati entah berapa kali, tetapi ia tidak mengetahui tempat asal ataupun tempat tujuannya. Orang semacam itu dapat diibaratkan dengan pencuri. Mengapa demikian ini sebuah contoh. Seorang pencuri menjalani hukuman penjara selama tiga bulan. Setelah masa tiga bulan itu berlalu, pimpinan penjara memberitahu agar ia mengemasi barangnya dan bersiap-siap karena besok ia akan dibebaskan. Pencuri itu menjawab, ” pak, mengapa saya harus membawa barang-barang saya biarlah di sini saja, toh saya akan segera kembali ke sini lagi”. Ini berarti ia tidak mau membuang kebiasaannya mencuri.

[ Keadaan ] manusia modern dapat dikatakan sama seperti ini. Ia tidak mengetahui tempat yang harus ditujunya, tetapi ia tahu bahwa ia akan lahir lagi. Ia tidak menyadari betapa berharganya lahir sebagai manusia. Atma merupakan tempat asal manusia dan juga tempat tujuannya. Setelah mencapai kelahiran sebagai manusia, ia harusmengetahui kebenaran ini. Yato vaacho nivartante, Apraapya manasaa saha. – ‘Perkataan dan pikiran tidak mampu memahami Tuhan. Manusia dapat mencapai tuhan dengan melakukan berbagai perbuatan yang berpahala. Perbuatan jahat akan menjerumuskannya ke neraka. Manusia harus melakukan perbuatan yang baik dan berkata dengan penuh keyakinan bahwa ia akan menuju surga. Orang semacam itu disayangi tuhan. Tuhan mengasihi orang yang memiliki keyakinan. Jika engkau tidak yakin bahwa sipolan adalah ibumu, engkau tidak dapat mencintainya.

Di mana ada keyakinan, di situ terdapat Kasih.

Di mana ada kasih, di situ terdapat Kedamaian.

Di mana ada kedamaian, di situ terdapat Kebenaran.

Di mana ada kebenaran, di situ terdapat Kebahagiaan.

Di mana ada kebahagiaan, di situlah Tuhan Berada.

Orang yang tidak memiliki keyakinan tidak akan pernah dapat memahami tuhan.

Yad bhaavan tad bhavati. – ‘Sebagaimana pikirannya, maka demikianlah Hasilnya’. Bagaimana orang yang tidak memiliki keyakinan pada dirinya sendiri dapat mempercayai orang lain. Apa gunanya hidup seseorang, jika ia tidak dapat mempercayai siapa pun. Karena itu, yang pertama dan terpenting, tingkatkan kepercayaan pada dirimu sendiri. Bila engkau mempunyai kepercayaan pada diri sendiri, engkau akan mencintai masyarakat. Orang yang mencintai masyarakat akan dikasihi Tuhan. Jika engkau tidak mencintai masyarakat, bagaimana engkau dapat berharap masyarakat akan mencintai engkau.

Bangunlah rumah gadang kehidupanmu pada fondasi yang kuat yaitu kepercayaan pada diri sendiri. Pada fondasi kepercayaan pada diri sendiri, engkau dapat mendirikan dinding kepuasan batin. Pada dinding kepuasan batin, engkau dapat memasang atap pengorbanan diri. Hanya setelah itulah engkau dapat menempuh hidup dengan kesadaran diri sejati. Diri sejati adalah atma. Orang yang tidak memiliki kepercayaan pada diri sendiri itu seperti Thomas si peragu. Ia tidak dapat mencapai apa pun dalam hidupnya. Engkau harus meningkatkan keyakinan yang teguh. Di dunia modern ini orang-orang telah kehilangan mata keyakinan. Orang yang tidak memiliki keyakinan dapat diibaratkan dengan orang yang buta. Kini manusia mempercayai segala hal yang dibacanya di surat-surat kabar. Semua berita itu hanya gangguan belaka. Setiap orang menulis sesuai dengan perasaannya. Engkau harus mendengarkan berita yang timbul dari lubuk hatimu dan memupuk hubungan dari hati ke hati dengan tuhan. Dalam surat kabar ada hal-hal yang baik maupun buruk. Akan tetapi, sebagian besar berita itu hanya ibarat angin lalu. Banyak orang terpengaruh oleh berita-berita semacam itu yang menghancurkman hidupnya. Janganlah engkau mencemari hatimu dengan memperhatikan hal-hal yang tidak suci. Di mana pun engkau berada, keselamatanmu akan terjamin, jika kau jaga agar hatimu selalu murni.

Sebagaimana telah kukatakan kepadamu pada awalmu wacana ini, manusia tidak memerlukan harta yang sangat banyak untuk menyambung hidupnya. Jika aneka keinginan dikendalikan, bahkan penghasilan kecil pun sudah cukup untuk menempuh hidup bahagia. Akan tetapi, kini manusia tidak berusaha mengendalikan indranya. Agar bahagia, engkau harus menggunakan indramu dengan sepatutnya. Untuk apa engkau dianugerahi mata apakah untuk melihat apa saja dan segala-galanya tidak. Mata dianugerahkan agar enngkau memperoleh penampakan tuhan. Tahukah engkau mengapa engkau dianugerahi kaki apakah untuk keluyuran kian kemari tidak. Kaki itu dimaksudkan untuk berjalan mengelilingi tempat suci. [ Di india orang mempunyai kebiasaan berjalan mengelilingi tempat-tempat suci menurut arah jarum jam agar dapat memperoleh manfaat maksimal dari pancaran atau radiasinya ]. Tahukah engkau mengapa tuhan menganugerahi telinga apakah untuk mendengarkan gosip yang tidak berguna tidak. Telinga itu dimaksudkan untuk mendengarkan kisah kemuliaan Tuhan.

”Kini orang-orang bersedia mendengarkan gosip yang tidak berguna, tetapi bila kisah suci tuhan dituturkan, telinga mereka tersumbat. Orang-orang tidak pernah bosan nonton bioskop, tetapi merasa sulit sekali memusatkan pandangannya semenit saja pada wujud tuhan yang indah”. Perlulah manusia mengerti mengapa Tuhan menganugerahinya anggota badan. Ia harus menggunakan indranya dengan baik. Inilah saadhanaa yang dilakukan dan disebarluaskan oleh Buddha.

Pada mulanya buddha mempelajari berbagai kitab suci, menemui banyak orang-orang yang berjiwa mulia [ mahatma ], dan mendengarkan wejangan mereka. Namun, semua kegiatan itu tidak memberikan kebahagiaan yang didambakannya. Kemudian beliau menghentikan semua latihan itu dan mulai menyelidiki apakah beliau menggunakan indranya dengan baik. Beliau sadar bahwa semua latihan spiritual akan sia-sia saja, jika manusia tidak menggunakan indranya dengan sepatutnya. Pertama-tama beliau meningkatkan samyak drishti ‘pandangan yang baik dan suci’. Ini membuka jalan ke arah samyak bhaavam  ‘perasaan yang baik dan suci’, samyak vaak ‘perkataan yang baik dan suci’, samyak karma ‘perbuatan yang baik dan suci’,dan samyak jiivitam ‘kehidupan yang baik dan suci’. Latihan spiritual yang sejati terletak pada pengendalian indra. Inilah ajaran utama Buddha.

Di shirdi ada seorang bakta bernama chandubai patel. Mahalsapati, chandolkar, dan chandubai patel, termasuk dalam kelompok yang sama. Chandubai patel adalah bakta yang baik sekali, ia juga kaya raya. Suatu kali ada seorang pengusaha yang datang untuk menemuinya. Pada waktu itu chandubai patel sedang berdoadi ruang puja. Pengusaha itu harus menunggu lama untuk menemuinya. Ketika akhirnya chandubai patel keluar dari ruang puja, usahawan itu bertanya kepadanya, ”patel, anda mempunyai segala kesenangan dan kemudahan. Anda sehat, kaya, dan diberkati dengan anak-anak yang baik. Anda tidak kekurangan apa-apa. Jadi, mengapa anda berdoa kepada tuhan” chandubai patel menjawab, ”saya berdoa kepada tuhan bukan untuk kesehatan, kekayaan, dan harta. Mengapa saya harus berdoa memohon hal-hal yang telah saya miliki saya bukan orang yang bodoh untuk melakukan hal itu. Saya berdoa kepada tuhan memohon hal yang tidak saya miliki”. Karena heran mendengar jawaban ini, usahawan itu bertanya, ”adakah sesuatu yang tidak anda miliki” chandubai berkata, ”saya memiliki segala kesenangan dan kemudahan, tetapi saya tidak memiliki kedamaian hati dan kebahagiaan jiwa.

Tuhan adalah perwujudan kedamaian. Hanyan beliaulah yang dapat menganugerahkan kedamaian. Karena itu, saya berdoa kepada Tuhan agar dianugerahi kedamaian dan kebahagiaan jiwa”. Kejadian ini menyadarkan usahawan tersebut. Manusia harus berdoa kepada Tuhan agar di anugerahi sesuatu yang tidak di milikinya. Ia mempunyai segala sesuatu kecuali kedamaian dan kebahagiaan jiwa. Ia dapat mencapai apa saja dalam hidupnya, tetapi hanya tuhanlah yang dapat menganugerahinya kedamaian dan kekebahagiaan jiwa. Usahawan tersebut mengakui kebenaran ini.

Sekadar mengulag-ulang nama Tuhan tidaklah cukup. Engkau harus ikut serta dalam pekerjaan beliau. Suatu kali Vibhiishana bertanya kepada Hanumaan, ”saya mengasihi Sri Raama dengan sepenuh hati dan mengidungkan nama beliau selama 24 jam sehari. Mengapa sejauh ini beliau belum melimpahkan rahmat beliau kepada saya”. Hanumaan menjawab, ”oh orang yang bodoh, tidak diragukan lagi anda mengidungkan nama Raama, tetapi apakah anda ikut serta dalam pekerjaan beliau sudah hampir sepuluh bulan sejak Siitaa dibawa ke Alengka. Adakah usaha yang anda lakukan untuk membebaskannya”. Mendengar nasihat Hanumaan, Vibhiishana menemui Raama dan mempersembahkan diri untuk mengabdi beliau. Selain mengulang-ulang nama Tuhan, engkau harus ikut serta dalam kegiatan pelayanan.

Chandubai patel sebagai bakta Baba yang penuh sdemangat, sering berkunjung ke shirdi. Ia biasa membagikan makanan kepada orang banyak dengan perasaan bahwa Baba ada di dalam semuanya. Iishvara sarva bhuutanam- ‘Tuhan bersemayam dalam segala makhluk’ Ia bahkan biasa membagikan makanan kepada anjing-anjing. Tuhan ada sekalipun dalam seekor anjing. Orang yang memiliki pandangan batin akan melihat tuhan biarpun di dalam seekor anjing. Melihat anjing hanya sebagai anjing merupakan maya. Melihat Tuhan di dalam anjing merupakan moksa. Chandubai Patel dapat melihat Baba dalam segala makhluk. Sedemikianlah keyakinan dan baktinya kepada Baba. Nana juga bakta baba yang sangat baik. Ia menganggap Baba sebagai hidupnya sendiri. Namun, ia memiliki tanggung jawab tertentu dalam keluarganya. Shirdi baba telah memberitahu nana agar ia tetap tinggal bersama keluarganya dan melaksanakan kewajiban serta tanggung jawabnya.

Pada suatu hari menantu perempuannya yang hamil tua merasa sakit hendak bersalin. Nana berdoa dengan sepenuh hat ikepada baba mohon perlindungan bagi menantunya. Ia tidak dapat meninggalkan wanita itu dan pergi ke shirdi karena ia adalah satu-satunya pria dalam keluarganya. Ia berdoa, ”baba, swamilah satu-satunya perlindungan kami”. Baba mendengar doanya. Beliau segera memanggil salah satu bakta beliau, memberinya vibhuti, dan memberitahu agar ia pergi serta menyerahkan abu suci itu kepada Nana. Secara normal akan diperlakukan waktu setengah hari untuk mencapai desa tempat tinggal Nana. Akan tetapi, dengan kehendak beliau yang bersifat ketuhanan, Baba membuat hal itu berlangsung dengan cepat. Ketika orang itu tiba didesa nana, sebuah tongga ‘andong atau kereta yang ditarik kuda’ sudah menantinya. Dengan tongga itu ia pergi kt rumah Nana. Ia memberitahu Nana, ”baba mengutus saya ke sini”. Beliau memberikan prashadam ‘makanan yang sudah diberkati’ ini untuk menantu perempuan anda”. Bukan main senangnya nana. Segera dimasukkannya prashadam abu suci itu ke dalam air minum dan diberikannya kepada menantu perempuannya. Dalam waktu semenit wanita itu melahirkan bayi laki-laki. Ketika Nana keluar untuk melihat, ternyata tongga dan kusirnya sudah tidak ada. Ia pergi mencarinya diseluruh desa, tetapi tidak dapat menemukannya. Kemudian ia sadar bahwa ini merupakan permainan Baba. Dinamainya cucu lelakinya itu ‘Baba’. Baba melakonkan berbagai drama semacam itu untuk menyelamatkan bakta beliau. Baba adalah aktor terbaik dalam setiap drama.

Cara-cara tuhan itu misterius. Pada suatu hari ketika Kasturi, Lokhanatham, dan Surayya berada disamping-ku, tiba-tiba aku meninggalkan tubuh-ku. Mereka adalah bakta yang penuh semangat dan percaya sepenuhnya kepada-ku. Setiap hari mereka biasa menyertai aku hingga aku beristirahat pada malam hari. Ketika aku meninggalkan raga, mereka mulai menitikkan air mata. Lokanatham bersujud dikaki-ku dan mulai menangis sedih. Namun, kasturi mengerti bahwa aku sedang pergi kesuatu tempat untuk menanggapi doa seorang bakta. Karena itu, ia membesarkan hati mereka dengan berkata,’jangan menangis. Bahkan kalian harus senang dengan kejadian ini. Pasti ada orang yang menangis [mohon pertolongan] entah dimana.swami telah pergi untuk menghapus air mata bakta beliau.’ Setelah dua jam, aku kembali ketubuh-ku. Kemudian kasturi mohon kepada-ku, ‘swami, kami tidak berhak mencegah swami pergi menyelamatkan bakta swami. Tetapi, jika swami pergi, tolong jangan tinggalkan badan swami seperti ini. Sebenarnya swami tidak perlu meninggalkan badan swami dan pergi. Swami dapat tetap disini menyelamatkan bakta swami di seluruh dunia.

Hari itu aku berjanji kepada Kasturi dan Surayya bahwa aku akan berbuat sesuai dengan permohonan mereka. Kukatakan kepada mereka bahwa jika diperlukan mungkin aku akan pergi meninggalkan tubuh-ku, tetapi akan tetap ada kehidupan dalam badan-ku. Aku akan menepati janji-ku hingga hari ini. Peristiwa misterius semacam itu sering berlangsung.

Di ketiga loka ini kisah [permainan] Tuhanlah yang paling menakjubkan dan suci. Kisah itu bagaikan sabit yang memotong tanaman merambat perbudakan [pada aneka keinginan dan kelekatan] duniawi Tidak mungkinlah melukiskan kemuliaan Tuhan. Weda menyatakan bahwa Tuhan ada dalam bentuk hakikat [rasa] di dalam setiap makhluk. Tanpa hakikat Tuhan atau rasa ini, manusia menjadi lemah niirasa. Orang yang menyadari ketuhanan yang laten di dalam dirinya, tidak memerlukan pertolongan siapapun. Orang yang tidak memiliki keyakinan ini menginginkan pertolongan orang lain. Tidak ada gunanya menolong orang semacam itu. Itu ibarat menghias mayat.

Engkau harus memiliki kepercayaan yang teguh kepada Tuhan. Karena keyakinan semacam itulah, maka savitri dapat menghidupkan kembali suaminya yang telah meninggal, chandramatii dapat memadamkan kebakaran hutan, siita dapat keluar dari kobaran api tanpa terluka, dan damayantii dapat mengubah pemburu yang jahat menjadi abu. Semua wanita yang setia kepada suaminya dan berbudi luhur ini adalah putri Bhaarat. Sejak jaman dahulu Bhaarat telah menjadi guru bagi seluruh dunia.setelah lahir dan dibesarkan di negeri sesuci itu, sungguh memalukan, jika Bhaaratiiya ‘para putra Bhaarat’ tidak mengetahui dan tidak mengikuti kebudayaan mereka yang mulia. Kini kelakuan sejumlah putra Bhaarat bertentangan dengan kebudayaan mereka. Mereka bertingkah laku seperti unggas dan hewan. Bagaimana orang semacam itu dapat mencapai Tuhan. Kini kelakuan manusia lebih buruk daripada kelakuan binatang dan iblis.

Dalam ceramah sebelum ini, Srinivas menyebut nama Mahishaasura Mardhini ‘yang menghabisi iblis Mahishaasura’. Kini kita menjumpai banyak manishaasura ‘iblis dalam wujud manusia’. Manishi ‘manusia’bertingkah laku seperti asura ‘iblis’. Mahishaasura Mardhini adalah orang yang membinasakan sifat-sifat iblis dalam dirinya sendiri dan berusaha meningkaatkan sifat-sifat ketuhanan.

Kalian tidak mengerti betapa sucinya sejarah Bhaarat. Kalau kalian tidak tahu, bertanyalah kepada-ku, akan kujelaskan, tidak hanya artinya yang akan kujelaskan, tetapi aku juga akan menolong kalian. Namun, tidak seorang pun bersedia mengajukan pertanyaan. Para mahasiswa membaca seperti mesin, tanpa dipikirkan, dan mereka mempelajari berbagai hal dengan menghafal. Mereka yang disebut sebagai orang terpelajar pun melakukan hal yang sama. Apa gunanya memperoleh berbagai gelar, jika engkau tidak mampu memahami hal-hal yang sederhana, mereka tidak berusaha mengetahui sifat-sifat ketuhanan yang merupakan pembawaannya. Hanya orang yang memahami ketuhanannya dan bertindak sesuai dengan pengertian itu dapat disebut manusia sejati. Buanglah sifat-sifat kebinatangan dan sifat iblis dari dalam dirimu. Tingkatkan kemurnian dan sifat ketuhanan. Kasih adalah dasar semua keutamaan ini.

Disarikan dari wacana Bhagawan Shri Sathya Sai Baba pada hari ke-5 perayaan dasara di Pendapa Sai Kulwant, Prashanti Nilayam, 24 oktober 2001.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 17 April 2011 in ARTICLES

 
 
%d blogger menyukai ini: