RSS

Arsip Kategori: PROFILE

Alamat Tyang

peta

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Agustus 2016 in PROFILE

 
Gambar

Tityang

aku1

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Agustus 2016 in PROFILE

 

Jro Bendesa Adat Lan Wakil

Jro Adat 1

Jro Adat 2

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Agustus 2016 in PROFILE

 

PAGUYUBAN PEMANGKU/PINANDITHA

Sebenarnya ide pembentukan Organisasi Pemangku/Pinandita ini sudah tyang fikirkan sejak lama, namun realisasinya baru tyang bisa wujudkan setelah mendapat desakan dari beberapa tokoh masyarakat dan pemerhati spiritual dan juga dari kalangan intelektual warga Galiukir. Astungkara, pada hari Senen tanggal 4 Januari 2016 kami bisa meluangkan waktu berkumpul bersama beberapa Pemangku/Pinandita di bawah arahan Jro Bendesa Adat dan melahirkan Kepengurusan Organisasi.

Smoga apa yang akan kami lakukan ini mendapat panugrahan dari Ida Sang Hyang Widi Wasa, sehingga kami bisa melakukan hal hal yang bermanfaat bagi warga masyarakat Galiukir khususnya dan Umat Hindu umumnya. Di bawah ini tyang coba sisipkan Susunan Kepengurusan Organisasi serta Visi dan Misi kami.

visi dan misi 2

strukturorganisasi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Januari 2016 in PROFILE

 

PEKARYAN PERTAMA ADAT BARU

DEPANPURARahina Buda Pon Wuku Medangkungan, tanggal 18 Februari 2015, merupakan Hari Pujawali di Pura Puseh Desa Adat Galiukir yang sekaligus juga merupakan kegiatan piodal pertama yg menjadi tanggungjawab Manggala Adat Galiukir yang baru dilantik beberapa minggu yang lalu.

4

Walaupun ini merupakan pekerjaan dan tanggung jawab yang pertama, secara pribadi saya memantau pelaksanaan pujawali tersebut berjalan seperti biasa, walaupun masih ada beberapa kekurangan, tapi hal itu masih di atas kewajaran. Disamping mereka tumben melaksanakan kewajiban ini, tingkat upacara juga di atas lebih tinggi karena bertepaan juga dengan Tilem ke-Wulu, dari segi upakara sedikit lebih banyak dari Pujawali biasa.

16

Melalui tulisan ini saya mengajak warga Galoer semua, mari kita kawal dan pantau terus perjalanan kinerja Adat Galiukir sekarang, mudah-mudahan dengan koordinasi yang baik antara kita sebagai warga dengan beliau-beliau yang sudah kita pilih sebagai manggala adat, Desa Pekraman Galiukir akan menjadi semakin baik, dan semua yang kita inginkan bersama akan tercapai.

1

Dalam waktu yang belum begitu lama, kita belum bisa menilai bobot kinerja beliau belau tersebut, dengan perhatian kita juga dengan dilandasi rasa percaya dan kerendahan hati, niscaya masalah-masalah yang timbul akan bisa kita atasi bersama. Semoga!!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Februari 2015 in PROFILE

 

GRIYA “Manik Galih”

Griya ini termasuk Griya yang usianya masih muda, dan terakhir pada saat tulisan ini dibuat Griya masih dalam tahap pemugaran. Walaupun demikian, saya sebagai warga Pasek yang juga merasa memiliki Griya sekaligus beliau yang Ngewengkonin Griya yaitu Ida Pandita Mpu. Kenapa tyang katakan tyang merasa, maaf karena tyang adalah seorang “Pasek”, disamping itu secara umum karena tyang juga seorang “Hindu” yang harus menghormati seluruh “Pandita Hindu” di manapun beliau ada.

Kalau tidak salah, Ida Pandita Empu di Griya Manik Galih Galiukir, Mediksa sekitar tahun 2008 akhir, jadi beliau juga termasuk Pandita yang masih muda, walaupun usia beliau mungkin sekarang sudah mencapai 60 tahun.

Mohon maaf kepada para pembaca, kalau saat ini saya belum bisa menulis banyak tentang beliau, mudah-mudahan lain kali tyang bisa “mohon” informasi yg lebih lengkap tentang Ida Lingsir kepada Beliau sendiri. Walaupun demikian, dibawah ini bisa tyang perlihatkan beberapa foto “Griya Manik Galih” yang begitu megah dan sekaligus foto-foto Ida Lanang dan Ida Istri.

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 7 September 2013 in PROFILE

 

PURA BATUR DAYANG SARI 2013

Pura Batur Dayang Sari ini diperkirakan ditemukan bersamaan dengan Pura Batur Desa, dan berlokasi di Sisi Selatan Desa Pekraman Galiukir. Sedangkan informasi jelas tentang waktu penemuan kedua Pura ini penulis tidak bisa dapatkan. Saya hanya mengira-ngira, waktunya bersamaan, melihat kenyataan bahwa Waktu Pujawali kedua Pura ini juga hampir bersamaan, dan kalau boleh dikatakan, semua warga Galoer mengetahui bahwa Pujawali di keduanya saling terkait bahasa kerenya “Terintegrasi”.

DAYANG 3

Ada lagi satu Pura yang penemuannya saya perkiraan berdekatan yaitu “Pura Pucak Batu Gaing” yang berlokasi di Kebon Jero. Perkiraan saya sama juga, dimana di Ketiga Pura ini memiliki waktu Pujawali yang hampir bersamaan, dan menurut informasi lisan yang ada, bahwa Wilayah Kebon Jero dulunya merupakan satu kesatuan yang sama dengan wilayah Galiukir, bahkan sampai sekarang pun, warga Kebon Jero masih menganggap bahwa Galiukir adalah wilayah yang merupakan asal muasal pengelingsir mereka, dan sampai sekarangpun warga Kebonjero tidak melepaskan tali persaudaraannya dengan kerabat mereka di Galiukir, denga bukti dan fakta bahwa mereka masih tetap nyungsung Merajan Gede mereka yang bertebaran di Galiukir. Termasuk keluarga saya, di mana saya perkirakan saya memiliki sekitar 15 KK yang berada di Kebon Jero.

DAYANG 1

Sedangkan Dewa yang berstana di masing-masing Pura tersebut, belum bisa juga saya dapatkan informasinya, mudah-mudahan di lain kali saya menemukan “Pengelingsir” yang pas untuk itu. Sementara, informasi sekilas mengatakan bahwa yang berstana di Pura Batur Dayang Sari adalah “Sri Uma Dewi” (Dewi Kesejahtraan), sedangkan yang berstana di Pura Batur Desa adalah Beliau “Ida Hyang Bhatara Pandita Sakti”, sedangkan yang di Pura Pucak, saya sama sekali belum mendapatkan informasinya. Informasi lain mengatakan bahwa di ketiga Pura ini berstana “Kekuatan Sinar Suci Tuhan (Dewa) yang sudah “Meraga Putus”, terbukti dari jenis aturan yang dipersembahkan manakala ada Pujawali di masing-masing Pura tersebut, dimana tidak diperkenankan menggunakan menghaturkan “Sarana Banten yang dilengkapi dengan Daging Babi”.

DAYANG 2

Dari informasi yang ada juga, dan dari fakta keseharian warga Galoer, bahwa Pura Batur Desa Galiukir juga mempunyai kaitan dengan Pura Batur Sai. Informasi keterkaitan pura ini juga belum bisa saya jelaskan, saya hanya bisa mengaitkan dengan kenyataan yang ada bahwa banyak warga Galoer yang melakukan persembahyangan di Pura Batur Sai ketika di sana di adakan Puja Wali. Semoga suatu hari nanti saya menemukan informasi mengenai keterkaitan pura-pura ini dengan harapan bagi rekan pembaca yang meyakini Hindu secara utuh, akan bisa memantapkan keyakinannya, termasuk saya juga “Semoga Ida yang berstana di keempat Pura tersebut Asung Kerta Nugraha, mapaica kerahayuan lang kerahajengan bagi kita semua”, sehingga keberlangsungan keyakinan kita akan kebesaran ISWW akan senantiasa abadi untuk selamanya dan generasi kita selannjutnya juga akan merasakan hal yang sama. Semoga!

DAYANG 4

 

Niki tyangcantumkan artikel bagus dari sebuah situs tentang Pura Besakih :

Asal Usul Pura Besakih

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 April 2013 in PROFILE

 
 
%d blogger menyukai ini: