RSS

PURA MALEN

12 Des

Kebetulan sekali pada hari Minggu, 12 Desember 2010 yang bertepatan juga dengan hari Ulihan bagi Umat Hindu Dharma, saya dan keluarga tidak mempunyai kesibukan setelah pagi itu selesai ngaturang banten di rumah. Hari masih pagi, dan suasana lumayan cerah, saya dan istri mau berangkat ke kebun, karena si Kadek saya mendesak kami untuk mengantar dia membelikan es krim kesukaannya, maka kami putuskan untuk memenuhi keinginannya, sekalian juga saya mau menjilid dua exemplar buku laporan rencana kegiatan sekolah. Akhirnya kami berangkat juga ke Pujungan bersama-sama sekitar pukul 09.00 WITA pagi itu.

Tempat pertama yang kami tuju adalah tempat penjilidan dan fotocopy di Pujungan, namun karena masih suasana hari raya, ternyata tempat itu tidak membuka usahanya, dan batallah rencana saya untuk menjilid. Kami istirahat barang 10 menit, kemudian muncul ide istri saya untuk pergi ke suatu tempat yang bisa mendatangkan rasa tenang, atau paling tidak ke suatu tempat yang bisa menghapuskan sedikit kejenuhan, tapi kalau bisa ke tempat yang tidak begitu jauh. Sejenak saya berfikir, tempat dekat yang mana yang kira-kira menarik untuk dikunjungi. Teringat saya dengan cerita temen saya di sekolah beberapa hari yang lalu, bahwa di sebelah utara Desa Pujungan ada suatu tempat yg sejuk dan menarik untuk di kunjungi. Maka seketika itu saya putuskan untuk pergi ke sana, walaupun sebenarnya saya belum pernah ke sana sebelumnya, tapi karena tempat tersebut masih berada di Kecamatan Pupuan, maka saya memberanikan untuk pergi walaupun harus sering-sering bertanya kepada orang di dalam perjalanan. Akhirnya, sampailah kami di sana, di tempat yang tidak sengaja atau tidak kami rencanakan sebelumnya untuk kami kunjungi, yaitu PURA MALEN.

PELINGGIHPerjalanan ke Lokasi Pura ini, bagi para pemula, ataupun yang belum biasa mengendarai Sepeda Motor ataupun Mobil, barangkali sedikit membuat nyali kita diuji, jalanan lumayan menanjak dan tidak begitu lebar walaupun sudah diaspal. Dan jaraknya dari pusat desa pujungan kurang lebih 2 kilometer ke utara, dengan mengambil jalur perempatan menuju SMA 1 Pupuan, terus naik ke utara. Sepanjang jalan itu, akan kita jumpai banyak perkebunan kopi milik penduduk setempat, dan semakin naik, di kiri kanan jalan kita di sugihi dengan pemandangan yang sangat menarik denganrimbunannya pepohonan, dan sesampainya di pelataran Pura, maka pemandangan yang pertama kita jumpai adalah pelinggih Utama dari Pura Malen tersebut (seperti tampak dalam gambar di atas).

PATUNG 1Setelah kami memarkirkan motor kami, kemudian perjalanan kami lanjutkan dan tidak jauh dari pelinggih utama di sebelah kiri kami temukan patung “Malen” yang menjadi Icon tempat tersebut dan yang menjadi nama Pura tersebut.

PATUNG 5SUGIK 6Di sebelah kanan patung Malen tersebut, ada jalan tanah lurus dan semakin menanjak menuju pura Pucak Batukaru, yang menurut penduduk setempat berjarak 3 kilometer dari tempat ini, dan sekitar 25 meter dari patung tsb, menuju ke kiri maka kita akan menjumpai Patung Dewa Siwa yang sangat indah dan megah (seperti dalam gambar di atas).Di sebelah kanan patung Siwa juga ada paatung yang lebih kecil, tapi juga abegitu indah yaitu patung Dewi Parwati (lihat gambar di bawah).

PATUNG 3Walaupun kami adalah orang Pupuan asli, tapi jujur saja kami merasa sangat kerasan berada dan berkeliling ti tempat ini. Ternyata, benar adanya seperti yang diceritakan oleh teman saya, bahwa tempat ini saya rasakan mempunyai aura kedamaian yang sangat mendalam, karena selama kami berada di sini, terutama saya, merasakan suatu kedamaian hati dan kesejukan jiwa dan terasa tak pernah bosan untuk berada di tempat tsb. Kalau saja kita terus memutar pandangan kita ke kiri, kanan ataupun belakang, seolah alam begitu bersahabat dengan jiwa kita, dan alam terus menyajikan kesejukan pada kita dengan menghadirkan pemandangan yang luar biasa indahnya.

PEMANDANGAN 2Dari tempat ini pula kita bisa melihat ke belakang, dihiasi dengan hamparan hijau nan memukau, pemandangan lokasi desa-desa di Kecamatan Pupuan, seperti yang tampak dalam gambar-gambar berikut ini.

PEMANDANGAN 1Setelah hari sudah semakin siang, karena perut sudah merasa keroncongan, karena kebetulan kami tidak membawa makanan, sekitar pukul 11.30 kami memutuskan untuk pulang dengan harapan suatu ketika kami akan kembali lagi dengan mengajak beberapa tetangga dan kerabat yang lebih banyak lagi.

PEMANDANGAN 3

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Desember 2010 in RAGAM

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: