RSS

Panen Kopi 2010 di Galiukir

17 Jul

Inilah hasil panen tahun ini untuk sekitar 200 pohon.

Untuk panen kopi Galiukir tahun 2010 ini sudah dimulai sejak pertengahan bulan Juni dan diperkirakan berakhir nanti awal Agustus ini. Menurut keterangan beberapa petani penggarap, bahwa untuk hasil panen kali ini tidak mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan panen tahun lalu, padahal seharusnya menurut perkiraan awal bahwa hasil panen ini meningkat. Tidak meningkatnya hasil panen kali ini disebabkan oleh faktor cuaca yang cukup ekstrim, dimana curah hujan tahun ini cukup tinggi. Hal tersebut mempengaruhi daya tahan buah menurun, dan alhasil banyak buah kopi yang masih muda pada bulan-bulan awal perkembangannya (sekitar Februari dan Maret) yang rontok dari ranting. Inilah faktor dominan yang menyebabkan melesetnya perkiraan perolehan hasil panen dari para petani.Sebagian buah sudah dipetik.
Tetapi situasi tersebut tidak menimbulkan kekecewaan dari para petani, bahkan mereka tetap mempunyai keyakinan yang tinggi bahwa tahun depan, kalau cuaca kembali bersahabat, maka mereka akan mampu meningkatkan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun ini. Itupun kalau seandainya Pemerintah bisa menjaga standar harga kopi dan mengontrol harga pupuk. Sebab kopi jenis ini, atau dengan pola tanam yang diterapkan oleh petani seperti ini, kalau tidak ditopang dengan pemupukan yang sesui, maka para petani sulit untuk meningkatkan hasil panennya. Yang paling dikeluhkan oleh mereka adalah, melambungngnya harga pupuk dan rendahnya harga kopi di pasaran nasional. Melalui tulisan ini, penulis ingin menyampaikan keluhan mereka kepada instansi terkait, untuk bisa lebih memfokuskan perhatian pada mereka, dengan kebijakan-kebijakan yang mampu meningkatkan harga kopi dan menjaga stabilitas harga pupuk yang terjangkau. Kalau saja mereka mendapatkan perhatian seperti tersebut, penulis yakin bahwa para petani kopi, khususnya di Galiukir, akan semakin bersemangat untuk merawat dan menjaga serta meningkatkan kualitas hasil kopi yang diharapkan oleh pasar nasional dan internasional.
Sesuai dengan kebiasaan petani penggarap yang ada di Galiukir, bahwa mereka terbiasa melakukan pemetikan buah kopi yang sudah memenuhi standard yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan, yaitu petik tua. Maksudnya, bahwa mereka akan memtik buah kopinya kalau sudah tua walaupun belum merah 100%. Seperti dalam gambar bisa anda saksikan, para petani di Galiukir memetik buah kopi mereka sekaligus kalau sudah 80% merah.

Sebagian sudah dipetik, dan ada yang masih hijau.

Buah kopi yang sebagian masih hijau sisa dari yang telah dipetik.

Menurut beberapa keterangan dari mereka yang sudah berpuluh-puluh tahun berpengalaman dalam bidang ini, bahwa kalau mereka memetik buah kopi mereka pada saat buahnya terlalu tua, maka mutu dari kopi tersebut sesungguhnya kurang bagus, dan tidak tahan untuk di stok dalam kurun waktu yang lama. Ada yang mengatakan bahwa kopi yang terlalu tua lebih cepat dicari hama bubuk, dibandingkan kopi yang dipetik pada saat masih merah muda atau hijau tapi sudah tua.

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Juli 2010 in PRODUCT

 

4 responses to “Panen Kopi 2010 di Galiukir

  1. Made Arif Hartawan

    26 Juli 2010 at 17.29

    Penurunan Jumlah Volume hasil Kopi yang ada,dipengaruhi oleh:1.Perawatan yang tidak maksimal dilakukan dikarenakan Pemupukan Yang tidak 4 Tepat,Kedua adanya Gangguan perkembangan pohon Kopi oleh diareal itu ada tanaman lain yang bertambah yaitu Gempinis,Durian,Manggis,Salak ,sementara kopi adalah tanaman yang punya prilaku tersendiri salah satunya Jadwal bunga dan buah yang tetap dan itu tidak mampu kita buat /rubah agar berbuah terus menerus tanpa musim(Kayak Durian/jeruk).Kesalahan sedikit saja dalam dalam pemeliharaan kopi berdampak terus menerus,sebabnya karena apabila tahap tunas tergangguberarti cabang terganggu, berarti Bunga terganggu dan otomatis buah terganggu. Cabang yang baik tergantung cara pemangkasan yang baik Pula,Salah memangkas berarti berdampak pada Produksi.Penyinaran yang Kurang baik berdampak pada pengembangan tunas menjadi cabang terganggu,menyebabkan pula Bunga terganggu buah otomatis kena.Cabang yang normal dalam satu pohon kopi agar bisa tiap tahun hasilnya tidak terlalu merosot yaitu 90 Cabang.masing2 cabang ada 9 sampai 12 gembol buah kopi,1 gembol ada 30 biji sampai 35 biji Kopi.Jadi udah bisa terhitung 1 pohon kopi hasilnya =..Kilo.Sementara Rendemen Kopi digaliukir lumayan baik karena Kadar airnya cukup rendah banding Desa Lainnya,Normal hasil 1 Ha 1.2- 1,6 Ton,Klo lebih berarti tahun depan merosot,bahkan cendrung kopi itu mati dan proses cabang akan terlambat tumbuh.Jenis Cabang harus dipelihara tiap tahun,karena itu menentukan produksinya,Kita tau ada Cabang B0-B1-B2-B3,B0 yaitu Persiapan cabang untuk bunga tahun berikutnya,B1 cabang bunga setelah panen (Kelihatan bulan 8-10 bunganya),B2 =cabang yang sekarang ada buahnya(dipanen) dan masih menyisakan tempat bunga untuk tahun berikutnya,B3 =cabang yang sudah penuh buah dan kadang menyisakan tempat bunga 3 ruas,ini sebaiknya dipangkas bila kopi dah semua masak,karena kalo dibiarkan mengganggu sirkulasi makanan pada B0.dan penyinaran.Belum lagi Fase bunga yang juga ada jadwalnya Bungfa mekar,Fase Lilin,Fase Mata YUYU,Fase buah susu,Fase buah hijau,Fase buah merah / masak.itu semua jalur waktu tetap alami berjalan seiring cuaca yang dibutuhkannya.Apalagi masa bunga klo rontok pasti udah ada cuaca turun hujan.makanya petani sering mengatakan klo bunga kopi putih udah pasti ada hujan itu akibat bunga kopi.Dan yang tak terlupakan lagi adalah Penyiangan dan pemangkasan Penaung sangat mempengaruhi Produksi Kopi.Klo saja ada rantai pasar yang baik mungkin harga nggak begitu maslah,yang sekarang ada rantaiya terlalu panjang.Sarannya Pada petani kopi Galiukir tolong jangan tergoda dengan komuditi lain yang ada yang bersifat sementara,dikarenakan kopi merupakan tanam pada tempat tanam yng khusus jadi tidak gampang ada yang nenyaingi,dan dari tahun ketahun kopi andalan ekonomi masyarakat galiukir,Dibali Kopi hanya ada beberapa tempat yang bisa baik,dan kita petani kopi galiukir seharusnya berbangga dan tak tergoyahkan ,Klo Kakao bisa tumbuh di tempat DPL lebih rendah semntara kopi tidak,Apalagi Kopi ROBUSTA,beda Pula dengan Arabika.Di Galiukir ada -/+488Ha,untuk kebun pada thn 1992,penduduk baru ada 400KK,sekarang Penduduk 503 KK,rumah sudah merambah atau bertambah,jadi otomatis tiap tahun Volume Hasil Kopi Menurun.

     
    • Nyoman Wiastra

      30 Juli 2010 at 18.36

      Terimakasih komentarnya Jro Prebekel… informasi Jro sangat berharga bagi pecinta tanaman kopi… sementara saya hanya memberitakan apa adanya… kemudian tambahan tulisan Jro akan membantu para pembaca dalam mengorek segala info tentang kopi.

       
  2. ketut puja arta

    13 Maret 2011 at 07.58

    wah wah informasi ini lumayan membantu masyarakat yang tidak tau,,, apalagi tahun 2011 ini masyarakat GALIUKIR kesusahan karena musim buah tidak ada karena ujan tersu menerus,, ( Buah mangis, duren dll tidak ada ), ya semoga ada trobosan trobas baru untuk masyarakat GALIUKIR, ya salah satu contohnya ternak,
    YANG BELUM ADA DI DESA KITA BLI NYOMAN

    1 Ternak BEBEK, ini sangat punya potensi yang luar biasa untuk dikembangkan dan keuntungannya bisa 200% dari modal
    2 Pemasaran BEBEK sangat gampang, hampri di semua kabupaten membutuhkan bebek apalagi yang jualan LALAPAN di pinggir pinggir jalan diseputaran BADUNG dan DENPASAR
    3 Faktanya Di desa kita belum ada yang mengembangkannya ( ada tetapi ala kadarnya )
    4 Hanya butuh modal Rp 1.000.000 sudah bisa mulai belajar berternak 9 ini sudah pernah dicoba oleh keluarga tiyang )
    5 Iklim ( SUHU, CUACA ) di desa kita sangat bagus untuk beternak

    Ya semoga informasi ini membantu bli nyoman, bisa di diinfokan ke masyarakat kita, biar tidak berpangku pada pertanian saja, biar ada mata pencaharian lain selain bertani

    Suksma

    Ketut puja arta

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: