RSS

Eliminasi Anjing

16 Feb

Galiukir, 16 Februari 2010 Dinas Kesehatan bekarja sama dengan aparat Desa Pekraman Galiukir melaksanakan program pemerintah untuk mengurangi jumlah anjing liar yang ada di Desa Pekraman. Program eliminasi ini dimulai sekitar pukul 09.00 WITA sampai dengan pukul 13.30. Dalam pelaksanaannya, anjing yang sudah bisa di eliminasi sekitar 105 ekor. Hal itu dilakukan dengan maksud untuk membatasi dan atau memutus mata rantai penyebaran virus Rabies yang meresahkan masyarakat.My Becky, my beloved dog!

Pada dasarnya masyarakat mendukung program pemerintah ini, namun ada juga sebagian anggota masyarakat yang menginginkan pemusnahan anjing ini tidak dilaksanakan untuk semua anjing yang ada. Bahkan hal tersebut juga diungkapkan oleh Jro Bendesa Adat Galiukir sendiri beberapa waktu yang lalu. Beliau juga mengharapkan dan menghimbau kepada para petugas untuk menyisakan anjing, sebab bagaimanapun juga bagi Umat Hindu anjing juga pada suatu ketika akan diperlukan. Hal tersebut juga disetujui oleh Petugas dan Aparat Banjar Dinas dan Adat yang dimintai bantuannya untuk melaksanakan program ini, dan pelaksanaan eliminasi ini masih akan berlangsung sampai dengan anjing yang diduga dan ditenggarai mengidap tersebut habis. Walaupun program ini sebenarnya dilaksanakan bagi anjing-anjing yang dicurigai mengidap penyakit ini, namun masyarakat dengan sukarela menyerahkan anjingnya untuk dimusnahkan, karena takut sekaligus awam tentang virus yang menjangkiti anjing tersebut dan takut akan sanksi dan resiko yang dikenakan kalau suatu ketika anjingnya menggigit sang pemilik atau orang lain.

Terkait dengan aturan tentang pemeliharaan anjing sebagai binatang kesayangan (Pet) yang disuguhkan kepada rakyat khalayak, saya sebagai pribadi mendukung hal tersebut. Cuma dalam realisasi dan cara mensosialisasikan aturan tersebut sangat saya sayangkan. Aparat terkait terkesan menyampaikan aturan tsb ke masyarakat hanya sepintas lalu, tidak pernah ada kesempatan bagi masyarakat yang mau mendalami aturan tersebut. Idealnya sebuah peraturan yang datang dari Pemerintah harus mendapat persetujuan dari sebagian besar masyarakat, baru kemudian diterapkan. Kalau kejadiannya seperti ini, apakah orang akan mau menerima sanksi yang diterapkan kepada para pelanggar, sementara yang melanggar tsb sebenarnya belum mengerti/setuju dengan aturan tersebut? Alangkah naifnya kita. Kemudian kasus yang saya sangat sayangkan terjadi manakala program eliminasi lanjutan dilaksanakan pada hari Kamis 18 Februari 2010 yang lalu. Pada hari pelaksanaan tersebut, ternyata ada oknum yang memanfaatkan program pemerintah tersebut dengan asal-asalan. Karena banyak anjing yang dibunuh tanpa ada konfirmasi kepada pemiliknya, terkesan oknum tersebut menjalankan tugasnya sesuai dengan kehendak hatinya sendiri. Hal yang seperti inilah yang saya sesalkan dan sangat saya sayangkan, bukan berarti saya tidak mendukung program eliminasi ini, asalkan dijalankan sesuai dengan petunjuk yang jelas… saya setuju sekali, karena bagaimanapun Virus Rabies ini sangat meresahkan kita semua. Perasaan penyesalan ini mungkin bukan hanya saya yang merasakan, ada banyak pemilik anjing yang merasakan hal yang sama, mungkin mereka tidak mau/berani mengungkapkannya. Kenapa saya katakan saya merasa menyesalkan dan menyayangkan tindakan beberpa oknum tersebut, karena saya tidak yakin kalau mereka mengetahui dengan jelas bahwa anjing yang mereka bunuh itu mengidap virus rabies, jangan-jangan pengetahuan mereka dengan pengetahuan saya sama, sama-sama minim… Terus apakah dengan keminiman informasi yang kita miliki, kita bisa bertindak sekehendak hati?

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Februari 2010 in RAGAM

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: