RSS

Arsip Kategori: PROFILE

GRIYA “Manik Galih”

Griya ini termasuk Griya yang usianya masih muda, dan terakhir pada saat tulisan ini dibuat Griya masih dalam tahap pemugaran. Walaupun demikian, saya sebagai warga Pasek yang juga merasa memiliki Griya sekaligus beliau yang Ngewengkonin Griya yaitu Ida Pandita Mpu. Kenapa tyang katakan tyang merasa, maaf karena tyang adalah seorang “Pasek”, disamping itu secara umum karena tyang juga seorang “Hindu” yang harus menghormati seluruh “Pandita Hindu” di manapun beliau ada.

Kalau tidak salah, Ida Pandita Empu di Griya Manik Galih Galiukir, Mediksa sekitar tahun 2008 akhir, jadi beliau juga termasuk Pandita yang masih muda, walaupun usia beliau mungkin sekarang sudah mencapai 60 tahun.

Mohon maaf kepada para pembaca, kalau saat ini saya belum bisa menulis banyak tentang beliau, mudah-mudahan lain kali tyang bisa “mohon” informasi yg lebih lengkap tentang Ida Lingsir kepada Beliau sendiri. Walaupun demikian, dibawah ini bisa tyang perlihatkan beberapa foto “Griya Manik Galih” yang begitu megah dan sekaligus foto-foto Ida Lanang dan Ida Istri.

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 7 September 2013 in PROFILE

 

PURA BATUR DAYANG SARI 2013

Pura Batur Dayang Sari ini diperkirakan ditemukan bersamaan dengan Pura Batur Desa, dan berlokasi di Sisi Selatan Desa Pekraman Galiukir. Sedangkan informasi jelas tentang waktu penemuan kedua Pura ini penulis tidak bisa dapatkan. Saya hanya mengira-ngira, waktunya bersamaan, melihat kenyataan bahwa Waktu Pujawali kedua Pura ini juga hampir bersamaan, dan kalau boleh dikatakan, semua warga Galoer mengetahui bahwa Pujawali di keduanya saling terkait bahasa kerenya “Terintegrasi”.

DAYANG 3

Ada lagi satu Pura yang penemuannya saya perkiraan berdekatan yaitu “Pura Pucak Batu Gaing” yang berlokasi di Kebon Jero. Perkiraan saya sama juga, dimana di Ketiga Pura ini memiliki waktu Pujawali yang hampir bersamaan, dan menurut informasi lisan yang ada, bahwa Wilayah Kebon Jero dulunya merupakan satu kesatuan yang sama dengan wilayah Galiukir, bahkan sampai sekarang pun, warga Kebon Jero masih menganggap bahwa Galiukir adalah wilayah yang merupakan asal muasal pengelingsir mereka, dan sampai sekarangpun warga Kebonjero tidak melepaskan tali persaudaraannya dengan kerabat mereka di Galiukir, denga bukti dan fakta bahwa mereka masih tetap nyungsung Merajan Gede mereka yang bertebaran di Galiukir. Termasuk keluarga saya, di mana saya perkirakan saya memiliki sekitar 15 KK yang berada di Kebon Jero.

DAYANG 1

Sedangkan Dewa yang berstana di masing-masing Pura tersebut, belum bisa juga saya dapatkan informasinya, mudah-mudahan di lain kali saya menemukan “Pengelingsir” yang pas untuk itu. Sementara, informasi sekilas mengatakan bahwa yang berstana di Pura Batur Dayang Sari adalah “Sri Uma Dewi” (Dewi Kesejahtraan), sedangkan yang berstana di Pura Batur Desa adalah Beliau “Ida Hyang Bhatara Pandita Sakti”, sedangkan yang di Pura Pucak, saya sama sekali belum mendapatkan informasinya. Informasi lain mengatakan bahwa di ketiga Pura ini berstana “Kekuatan Sinar Suci Tuhan (Dewa) yang sudah “Meraga Putus”, terbukti dari jenis aturan yang dipersembahkan manakala ada Pujawali di masing-masing Pura tersebut, dimana tidak diperkenankan menggunakan menghaturkan “Sarana Banten yang dilengkapi dengan Daging Babi”.

DAYANG 2

Dari informasi yang ada juga, dan dari fakta keseharian warga Galoer, bahwa Pura Batur Desa Galiukir juga mempunyai kaitan dengan Pura Batur Sai. Informasi keterkaitan pura ini juga belum bisa saya jelaskan, saya hanya bisa mengaitkan dengan kenyataan yang ada bahwa banyak warga Galoer yang melakukan persembahyangan di Pura Batur Sai ketika di sana di adakan Puja Wali. Semoga suatu hari nanti saya menemukan informasi mengenai keterkaitan pura-pura ini dengan harapan bagi rekan pembaca yang meyakini Hindu secara utuh, akan bisa memantapkan keyakinannya, termasuk saya juga “Semoga Ida yang berstana di keempat Pura tersebut Asung Kerta Nugraha, mapaica kerahayuan lang kerahajengan bagi kita semua”, sehingga keberlangsungan keyakinan kita akan kebesaran ISWW akan senantiasa abadi untuk selamanya dan generasi kita selannjutnya juga akan merasakan hal yang sama. Semoga!

DAYANG 4

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 3 April 2013 in PROFILE

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 108 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: