RSS

Rindik “MERDU SUARA” Galoer.

Dalam beberapa hari yang lalu di Desa Pekraman Galiukir sudah terbentuk satu lagi Kelompok Sekaa Demen yang dimotori oleh salah satu warga. Dalam salah satu keempatan, beliau menghubungi saya untuk diajak ke sebuah rumah kecil sederhana tapi sangat nyaman dan bertempat lumayan sepi. Sesampai di sana sudah menunggu 3 orang lagi yang setelah saya perhatikan mereka adalah orang-orang yang mempunyai hobi yang sama dengan saya. Tidak seperti biasanya beliau-beliau tersebut memperlakukan saya. Pada saat itu mereka memperlakukan saya sangat istimewa, dan tentunya saya merasa sangat malu dan tersandung.

Rindik 2 Inilah Penampilan Pertama di sebuah acara Pernikahan

Setelah saya tanyakan, ada apa mereka mengharapkan kehadiran saya di tempat yang sangat nyaman ini, walaupun sedikit agak terpelosok (jauh dari perumahan warga), kalau boleh saya katakan ‘di pondok’. Memang,… rumah ini rumah yang sangat sederhana, dan orang yang menempatinyapun sangat sederhana… kami semua merasa sangat nyaman di tempat itu… warga Galoer menyebut daerah itu “BANCUK”. Dengan sangat hormat, orang yang paling senior menjawab pertanyaan saya… “Man… tujuan kami mengajak kamu ke sini adalah untuk membentuk Sekaa Demen… Sekaa Rindik, gimana? Apa Nyoman mau terima”, beliau balik tanya.

Rindik 1

Sesaat saya merasa malu, karena perasaan saya tidak punya kompetensi yang baik untuk “megambel” rindik, di samping itu karena saya hanyalah seorang PNS biasa yang terkadang mempunya jadwal tugas yang gak tentu, takut benturan di kemudian hari. Pada awalnya saya menolak dengan alasan tersebut, tapi beliau – beliau tersebut terus mendesak saya, dan katanya mau memahami tugas Dinas yang saya emban, maka untuk menghormati keinginan mereka juga, saya memutuskan untuk ikut gabung dalam Sekaa tersebut dengan segala kekurangan yang saya miliki.

Rindik 3

Sebenarnya sih saya sangat setuju dengan adanya kelompok Sekaa seperti ini walaupun tidak harus saya terlibat di dalamnya. Bagaimanapun juga, ini merupakan ide yang sangat cemerlanga dari warga Galoer ini, sebab dengan adanya kelompok seperti ini, maka jiwa Kesenian Bali di Desa Pekraman akan semakin bankit.

Adapun anggota dari Sekaa Rindik MERDU SUARA ini adalah :

1. I Nyoman Wirasa (Penabuh)

2. I Ketut Suardiasa (Penabuh)

3. I Nyoman Ginasa (Suling)

4. I Made Balik Artawan (Suling)

5. I Nyoman Wiastra (Cadangan)

Untuk saat ini kami baru memiliki sekitar 15 gending, dan tentunya kedepan kami akan menggali lebih banyak lagi gending walaupun dengan cara menyadur dari aransemen musik rindik yang sudah beredar di kalangan pecinta seni Rindik di Bali.

 
Leave a comment

Posted by pada 08/09/2011 in RAGAM

 

Sanggar Tari “Semarandana”

Ada lagi satu Sanggar yang berdiri lebih dulu dari Sanggar Belajar Semarandana, yaitu Sanggar Tari Semarandana, yang didirikan oleh Pengasuhnya sendiri yaitu Bpk. I Putu Redes (Pak Eldy). Lokasi dari pada Sanggar ini sama yaitu di tempat Sanggar Belajar Semarandana itu juga.

Sanggar Tari 2

Kalau saja, anak-anak kita generasi Galiukir dan sekitarnya mau memanfaatkan tempat ini, maka lengkaplah keahlian yang bisa didapatkan di tempat ini. Disamping anak-anak bisa belajar Ilmu Pengetahuan seperti Bahasa Inggris, Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia, mereka nantinya juga bisa mengembangkan bakat seni yang mereka miliki dengan juga bergabung dalam sanggar tari ini.

Sanggar Tari

Beliau (Putu Redes) sudah menamatkan beberapa generasi sebelumnya melalu kegiatan sanggar tari ini. Banyak sudah anak-anak yang sekarang belajar keluar kampung bisa berbekal dengan bakat Tari yang mereka kuasai sebagai kemampuan tambahan untuk bersekolah di Kota seperti Tabanan, Denpasar dan Gianyar.

Pak Eldy

Dia adalah seorang pemerhati pendidikan, bukan hanya pendidikan dibidang keilmuan, tapi juga keterampilan seperti Tarian dan juga Seni Gambelan Bali. Mengenai profil lengkap Putu Redes, mungkin akan saya buat dalam tulisan berikutnya.

 
Leave a comment

Posted by pada 18/08/2011 in RAGAM

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.